SKP-HAM Sulteng Latih Relawan Dampingi Korban Kekerasan

Advertisement
Sejumlah peserta melakukan foto bersama pada Pelatihan Pendampingan Korban Kekerasan dan Pelanggaran HAM di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (21/12/2022). bmzIMAGES/Basri Marzuki

PALU, beritapalu | Solidaritas Korban Pelanggaran Hak Asasi Manusia (SKP-HAM) Sulawesi Tengah menggelar pelatihan kepada sejumlah relawan muda untuk pendampingan korban kekerasan selama tiga hari  (19-21 Desember 2022) di Sekrteraiat SKP-HAM Sulteng.

Direktur SKP-HAM Sulteng, Nurlalela Lamasitudju mengungkapkan, pelatihan itu dimaksudkan untuk memberi bekal kepada relawan yang nantinya akan menjadi pendamping bagi para korban kekerasan.

“Kekerasan yang dimaksud dalam arti luas, baik dalam rumah tangga, perempuan, maupun kekekerasan lainnya termasuk anak,” jelas Nurlaela di sela-sela perayaan Hari Internasional HAM yang dirangkai dengan peringatan Immemoriam dua tokoh pejuang HAM, Ali Mutia dan Asman Yodjodolo, Rabu (21/12/2022).

Pelatihan itu diikuti 25 relawan muda dari empat daerah yakni Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.

“Mereka adalah relawan dari rumah belajar binaan di empat daerah dampingan tersebut,” sebut Nurlaela.

Beragam materi yang diberikan selama pelatihan tersebut, termasuk beberapa simulasi penanganan korban kekerasan. Mereka kata Lela – sapaan akrab  Nurlale Lamasitudju – diharapkan dapat mengaplikasikan materi yang diterimanya setelah berada pada kondisi nyata di lapangan.

Menurut Lela, pelatihan yang digelarnya menjadi sangat relevan karena angka-angka kasus kekerasan  beberapa tahun belakangan menunjukkan trend kenaikan.

Bidang Humas Polda Sulteng merilis, angka kasus kekerasan perempuan dan anak selama periode 2022 mengalami peningkatan hingga 100 persen disbanding 2021. (afd)

Advrtisement