Wali Kota Palu Sebut Ikan di Pasar Masomba Tak Berformalin

PALU, beritapalu | Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menyebut, ikan basah yang dijual di Pasar Masomba Palu tidak berformalin. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi pedagang ikan di pasar tersebut bersama Sekkot Palu, Irmayanti Pettalolo, Senin (22/7/2024).
Wali Kota Hadianto mengunjungi pedagang ikan tersebut terkait dengan data yang disebut sebagai hasil pengujian oleh laboratorium Kesmavet UPT Pengawasan dan Sertifikasi Mutu dan Keamanan Pangan ( PSMKP) Dinas Pangan Sulteng sejak Sabtu (20/7/2024) lalu.
Data hasil pengujian itu menyebutkan, dari 24 sampel ikan dari pasar tersebut dan diuji di laboratorium, 22 di antaranya positif menggunakan formalin sebagai pengawet. Data tersebut telah beredar luas dan mengakibatkan penjualan ikan di pasar terbesar kedua di Kota Palu anjlok.
Wali Kota Hadianto menyatakan, ikan yang dijual di Pasar Masomba adalah ikan sehat dan memastikan informasi yang beredar adalah tidak benar.
“Pertama, jika ada hal yang seperti itu, yang pasti pemerintah provinsi akan menyampaikan langsung kepada Pemerintah Kota Palu,” kata wali kota.
Kemudian, lanjut wali kota hasil pemeriksaan terhadap Ikan yang dijual di Pasar Masomba pastinya juga akan tersampaikan dengan baik.
“Inikan data yang tersampaikan, fotonya tidak jelas, maksudnya tidak jelas itu, tidak jelas siapa yang bertandatangan, yang reges siapa. Kemudian informasi ini menyebar,” ungkap wali kota.
“Janganlah kondisi yang baik di Kota Palu saat ini kita ganggu dengan hal-hal seperti ini, sehingga membuat masyarakat resah. Akhirnya yang berdampak pada pedagang dan kita semua,” lanjut wali kota.
Wali kota mengatakan, terkait hal ini pihaknya juga sudah melakukan konfirmasi ke pihak pemerintah provinsi dan disampaikan bahwa hal tersebut belum bisa dipertanggungjawabkan.
Atas kejadian ini, ungkap wali kota menjadi pesan kepada semua termasuk para pedagang, untuk memperhatikan dagangannya. Agar betul-betul dagangannya adalah dagangan yang sehat.
“Tapi di kesempatan ini saya sampaikan informasi itu untuk saat ini saya sampaikan tidak benar. Berdasarkan komunikasi yang terbangun dengan provinsi, itu tidak dapat dipertanggungjawabkan,” jelas wali kota. (afd/imr/*)