PT Pelni Palu Berangkatkan 1.471 Pemudik ke Balikpapan dan Surabaya

PALU, beritapalu | PT Pelni Cabang Palu memberangkatkan sedikitnya 1.471 penumpang mudik ke Balikpapan dan Surabaya menggunakan KM Doro Londa di Peabuhan Pantoloan, Minggu (23/3/2025) dini hari.
Kepala Cabang PT Pelni Palu, Christian Moreys Nainggolan mengatakan, pemberangkatan itu adalah puncak arus mudik menggunakan jalur laut di Kota Palu. Sebelumnya, KM Doro Londa menurunkan penumpang dari Balikpapan sejumlah lebih dari 2.000 penumpang di Pantoloan.
“Tanggal 28 Maret 2025 nanti ada lagi satu kapal yakni KM Lambelu yang tiba dari Nunukan untuk tujuan Balikpapan-Makassar-Baubau, tapi jumlahnya tidak sebanyak yang sekarang ini. Jadi ini adalah puncak arus mudik dari Kota Palu,” jelas Kacab Morey di Dermaga Pelabuhan Pantoloan, Minggu (23/3/2025) dini hari sesaat sebelum KM Doro Londa bertolak.
Ia menyebut, minat masyarakat untuk menggunakan jasa angkutan laut PT Pelni cukup besar di tahun ini, terutama pada saat peak season semacam mudik ini. Menurutunya itu tidak terlepas dari pertimbangan ekonomis seperti harga tiket yang relatif lebih terjangkau dibanding moda trnasportasi lainnya.

Untuk tujuan Balikpapan dan Surabaya, PT Pelni tidak melakukan penyesuaian harga. Harga tetap sama baik pada pelayaran regular maupun pada peak season. “Ke Balikpapan kurang lebih Rp154 ribu dan ke Surabaya kurang lebih Rp500 ribuan,” ungkapnya.
Pertimbangan lainnya soal keamanan dan kenyamanan selama perjalanan. Dia menyebut, PT Pelni jauh telah berubah dari sebelumnya di mana fasiltias yang dimiliki tidak kalah dengan armada sejenis yang dikelola pihak lainnya.
“Terutama aspek keselamatan dan kebersihan. Kita memiliki standar keselamatan yang harus dipatuhi dan itu tersertifikasi,” sebutnya.
Begitu pula dengan aspek kebersihan, di KM Doro Londa misalnya, lebih dari 100 ABK yang menyertai setiap pelayaran memliki masing-masing spesifikasi pekerjaan yang secara keseluruhan diwajibkan memelihara kebersihan.
Aplikasi PELNI Mobile
Disinggung soal cara mendapatkan tiket untuk pelayaran kapal PT Pelni, Moreys memberikan update kecenderungan yang terjadi, yakni penjualan tiket secara online melalui aplikasi PELNI Mobile yang menunjukkan peningkatan yang cukup siginifikan.
“Sekitar 60 persen penumpang sudah menggunakan aplikasi PELNI Mobile, tetapi masih ada sekitar 40 persen yang masih menggunakan cara konvensional atau manual. Kita akan terus mendorong calon penumpang untuk menggunakan aplikasi agar bisa terhindar dari prakti-praktik penipuan atau percaloan,” ujarnya. (bmz)