BEI Sulteng Optimistik Capai Target Pertumbuhan 35 Persen Transaksi Pasar Modal

Optimisme pertumbuhan itu tidak semata karena trend positif sebelumnya. Putri mengaku, pihaknya juga melakukan langkah-langkah terencana untuk mendukungnya seperti pembukaan gerai-gerai investasi di beberapa tempat, sosialisasi dan edukasi kepada unsur-unsur masyarakat.
Putri mengemukakan fenomena menarik dari nilai transaksi pasar modal versus pelaku investasi di Sulteng. Dari sisi pelaku investor, kalangan milneial atau mereka yang berada di kisaran usia 25-30 tahun adalah dominan atau mencapai 40,91 persen. Meski begitu, dari sisi nilai transaksi, kelompok usia investor di range 40 tahun ke atas adalah jawaranya.
“Kalangan milenial memang paling banyak, tapi nilai investasi mereka yang berusia di atas 40 tahun jauh lebih besar nilainya,” sebutnya.
Terkait dengan lembaga sekuritas tempat para investor tersebut mempercayakan transaksinya, Putri menyebut tiga lembaga dominan yang ketiganya justeru tidak memiliki kantor perwakilan di Palu.
Tapi menurutnya itu tidak masalah karena ketiga lembaga yang dimaksud memang terdaftar dan menjalankan prinsip-prinsip transaksi pasar modal yang resmi sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Putri bersyukur karena meskipun kehadiran BEI di Sulteng relatif masih baru namun perkembangannya cukup pesat. Hal itu ditandai dengan torehan prestasi dalam skala regional. BEI Sulteng tercatat berada di peringkat ketiga dalam hal total aset saham di wilayah Sulawesi setelah Sulsel dan Sulut, dan peringkat kedua dalam nilai transaksi setelah Sulsel. (afd)