Sejarah, Kejurnas Pertama Lari Trail Digelar di Palu-Sigi

Advertisement
Atlet kontingen Jawa Barat bersorak saat melakukan devile pada pembukaan Kejurnas Lari Trail di Desa Kalora, Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (15/7/2022). Kejurnas Lari Trail yang baru pertama kali digelar sejak terbentuknya Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) 2015 silam itu memperebutkan 11 medali emas, perak dan perunggu pada empat katagori yakni Jarak Pendek (40 Km), Jarak Jauh (80 Km) Jarak Jauh (80 km) beregu campuran, dan Vertikal (6 Km). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

SIGI, beritapalu | Untuk pertama kalinya, lari trail atau lari lintas alam menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Beruntungnya, Kota Palu dan Sigi ditunjuk sebagai tempat pelaksanaan olahraga tingkat nasional tersebut.

Seremoni pembukaan Kejurnas perdana yang dilaksanakan Asosiasi Lari Trail Indomesia (ALTI) itu digelar di Desa Kalora, Sigi, Jumat (15/7/2022) sore. Ketua Umum ALTI Bima Arya Sugiarto yang juga Wali Kota Bogor hadir langsung dan membuka Kejurnas tersebut. Hadir pula Ketua Harian ALTI, Muhammad Farhan.

Ia berkata, momentum Kejurnas Lari Trail ini dihelat ALTI ini punya nilai sejarah karena pertama kalinya digelar sejak asosiasi itu terbentuk 2015 silam.

“Dan berbahagialah masyarakat Palu dan Sigi karena sejarah akan mencatat bahwa kejurnas pertama di gelar di daerah ini,” kata Bima Arya disambut aplaus meriah dari para peserta.

Kenapa harus di Palu-Sigi? Bima mengatakan, karena Palu dan Sigi memiliki track alam yang sangat memesona dan tidak dijumpai di daerah lainnya. Dimensi lembah, sungai, laut, pegunungan adalah alasan utamanya.

Selain itu kata Bima, Sulawesi Tengah adalah provinsi pertama yang membentuk ALTI hingga tingkat kabupaten.

“Palu dan Sigi memang pernah diterjang bencana, tapi lebih dari itu, memiliki alam yang sangat indah dan menantang untuk olahraga ini,” kata Bima lagi.

Ketua ALTI Sulteng, Mohamad Affan dalam laporannya menyebutkan, Kejurnas tersebut akan berlangsung 15-17 Juli dan diikuti 105 atlet dari 15 provinsi. Kejurnas itu memperebutkan 11 medali emas, 11 perak, dan 11 perunggu.

Kejurnas itu akan mempertandingkan lari trail dalam empat katagori yakni Jarak Pendek (43 kilometer) individual putra dan putri, Jarak Jauh (80 kilometer) individual putra dan putri, Jarak Jauh (80 kilometer) beregu campuran, dan Vertikal (6 kilometer elevasi gain 1000 m) individual putra dan putri.

Ketiga katagori itu akan melintas kedua wilayah adminstratif Kota Palu dan Sigi.

Ketua Umum ALTI Bima Arya Sugiarto (empat kanan) meneriakkan yel-yel saat foto bersama usai pembukaan Kajurnas Lari Trail 2022 di Desa Kalora, Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (15/7/2022). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Sementara itu, Ketua Umum ALTI Bima Arya Bersama Ketua Harian ALTI Muhammad Farhan dalam press conference usai seremoni pembukaan menyebutkan, kejurnas lari trail itu harus dilaksanakan karena menjadi prasyarat agar dapat dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Jadi masih ada satu kejurnas lagi yang akan kita gelar pada 2023 mendatang karena syarat dipertandingkan di PON minimal sudah dua kali dilaksanakan kejurnas,” bebernya.

Selain syarat itu, ada pula syarat organisasi yang sudah harus terbentuk di minimal setengah plus satu dari jumlah provinsi di Indonesia.

“Kalau syarat organisasi ini sudah terpenuhi,” imbuhnya.

Dengan kejurnas-kejurnas lari trail yang dilaksanakan ini, pengurus ALTI optimistis pada PON 2024 yang dijadwalkan akan dilaksanakan di Aceh dan Sumatera Utara, cabang lari trail juga sudah dipertandingkan.

Pembukaan Kejurnas Lari Trail pertama 2022 ditandai dengan penekanan tombol oleh Ketua Umum ALTI Bima Arya Sugiarto dan dihadrii sejumlah pejabat di Sulteng di antaranya Wakalopda Sulteng, Bupati Sigi, Wali Kota Palu, Kadis Pemuda Olahraga Sutleng, Ketua KONI Sulteng, Danlanal Palu, Ketua KORMI Sutleng, dan Ketua-Ketua ALTI se Sulteng. (afd)

Advrtisement