PT Vale Terapkan Pertanian Ramah Lingkungan di Blok Bahodopi

Demonstrasi Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) di area pemberdayaan Blok Bahodopi Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Senin (13/12/2021). (Foto: dok. PT Vale)

MOROWALI, beritapalu | PT Vale Indonesia Tbk memulai penerapan Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) di area pemberdayaan Blok Bahodopi Kecamatan  Bungku Timur, Kabupaten Morowali.

Penerapan dimulai dengan melakukan pelatihan PSRLB selama delapan hari,  6-13 Desember 2021 yang  melibatkan para kelompok tani di empat desa binaan, yaitu Desa Bahomatefe, Desa  Bahomoahi, Desa Ululere, dan Desa Kolono.

Sebanyak 60 orang petani hadir selama pelatihan berlangsung. Peserta diberikan pelatihan terkait tanaman herbal, penanaman padi di pekarangan, penanaman sayuran organik, dan penanaman padi di sawah.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Morowali Abd.Muttaqin mengapresiasi kegiatan pelatihan tersebut, apalagi dilanjutkan dengan pendampingan selama satu tahun ke depan.

“Diharapkan para petani dapat memanfaatkan waktunya sebaik-baik mungkin untuk hadir, dan mengambil banyak ilmu dari pelatihan dan berharap daerah ini menjadi pusat pertanian organik kedepan,” harapnya.

Direktur Corporate Affairs and General Admin PT Vale Indonesia Tbk Yusuf Suharso berharap Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan  bisa diterapkan petani, apalagi konsepnya selaras dengan alam  dan memiliki nilai ekologis, nilai sosiologis dan nilai ekonomis.

“Pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan mengedepankan  kearifan lokal dan kemandirian, sebagai tindakan koreksi dari metode bertani konvensional yang hanya mengandalkan pupuk kimia dan pestisida,”ujarnya.

Yusuf Suharso menuturkan, program pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan sebagai salah satu Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), khususnya masyarakat tani yang berada di daerah pemberdayaan PT Vale Indonesia Tbk di  blok Bahodopi.

“Program  ini tentu mengedepankan skala prioritas tiga kawasan yang sangat dekat dari area operasional. Tiga Kawasan tersebut, kawasan wilayah kerja, kawasan wilayah peran dan kawasan wilayah sosial dengan mengedepankan belajar dari pengalaman, melalui proses belajar secara alamiah mengalami, mengungkapkan, menganalisa, menyimpulkan dan menerapkan,”paparnya. (afd/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here