Pameran Foto dan Arsip Kebencanaan di Museum Sulteng


PALU, beritapalu | Puluhan foto dan naskah arsip kebencanaan yang pernah terjadi di wilayah Sulawesi Tengah dipamerkan di Taman Parukuhawe, Museum Provins Sulteng, Selasa (27/9/2022).
Foto-foto dan naskah kebencanaan yang dipamerkan itu terutama bencana gempa bumi yang memantik terjadinya tsunami di sejumlah daerah di Sulteng. Naskah sejarah bencana tertua yang berhasil terekam dalam pameran itu adalah bencana tsunami di Teluk TOmini pada 1927.
Sedangkan arsip foto yang berhasil terekam dan dimuat sejumlah media adalah ketika terjadi bencana tsunamiĀ di Desa Mapaga pada 1968. Salah satu foto yang banyak mengundang perhatian adalah ketika Gubernur Sulteng kala itu, Muh. Yasin naik perahu di lokasi tsunami untuk melihat langsung kondisi korban bencana.
Naskah dan foto kebencanaan itu sebagian besar diperoleh dari catatan-catatan dan terbitan koran Belanda.
Jefrianto, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama yang menggagas pameran itu mengatakan, inisitaif pemaeran itu dilakukan sebagai bentuk peringatan sekaligus kesiapsagaan kepada masyarakat tentang potensi bencana di wilayah Sualwesi Tengah.
“Kita ini kan sering lupa dan juga pelupa. Kita ingatkan kembali, bahwa Sulteng ini bukan hanya pada 28 September 2018 silam dilanda bencana. Sejak dulu kita sudah kerap dilanda bencana, dan itu tidak boleh kita lupakan, kita harus selalu bisa mawas diri,” ujar Jefri di sela-sela pameran itu.
Pameran itu dibuka Selasa (27/9/2022) dan akan berakhir Rabu (28/9/2022). Selain pameran, kegiatan itu juga diisi dengan diskusi tentang kebencanaan. (afd)