Ribuan Santri Hadiri Apel Akbar Hari Santri Nasional di Palu
PALU, beritapalu | Peringatan Hari Santri Nasional di Kota Palu ditandai dengan apel akbar yang diikuti ribuan santri dan pelaksanaannya dipusatkan di Kompleks Perguruan Alkhairaat Palu, Selasa (22/10/2024).
Sejumlah pejabat pemerintahan tokoh agama dan tokoh masyarakat tampak hadir di antaranya Ketua Umum Pengurus Besar Al-Khairat, Mohesn Alaydrus, Danrem 132 Tadulako, Brgijen TNI Deni Gunawan, Asisten Bidang pemerintahan dan Kesra Setda Kota Palu, Usman, Dirbinmas Polda Sulteng, Kombes Pol Sirajuddin Ramli, dan sejumlah pejabat lainnya.
Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan.” Peringatan itu bertujuan untuk mengingatkan kembali perjuangan para santri dalam membela dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, sekaligus mempersiapkan generasi masa depan yang siap menghadapi tantangan global.
Apel akbar ini merupakan hasil kerjasama antara Pengurus Besar (PB) Alkhairaat dan Kantor Kementerian Agama Kota Palu.
Ribuan santri terlihat antusias mengikuti kegiatan yang menjadi momentum penting bagi dunia pesantren dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
Hari Santri Nasional adalah pengakuan terhadap peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa. Santri tidak hanya sebagai penjaga nilai-nilai agama, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Melalui Hari Santri, diharapkan para santri dapat terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan mampu meraih masa depan yang lebih baik.
Ketua Umum Pengurus Besar Al-Khairat mengutip pesan Menteri Agama mengatakan, perjuangan santri masa kini tidak lagi melawan penjajah bersenjata, melainkan melawan kebodohan dan keterbelakangan melalui ilmu pengetahuan.
Sejarah telah membuktikan bahwa santri mampu menjadi pemimpin, baik di ranah agama, politik, maupun birokrasi. Santri seperti Gus Dur telah menjadi presiden, dan banyak lagi tokoh nasional yang berakar dari lingkungan pesantren.
Sementara itu, Brigjen TNI Deni Gunawan menegaskan pentingnya sinergi antara TNI dan ulama dalam menciptakan suasana kondusif dan damai di Indonesia.
“Santri adalah simbol perjuangan, keteguhan, dan cinta tanah air. TNI bangga bisa berdiri bersama para ulama dan santri dalam menjaga keamanan dan keutuhan bangsa ini. Kita harus terus memperkuat persatuan demi Indonesia yang damai dan sejahtera,” ungkap Danrem.
Peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi ajang untuk mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga momentum untuk membangkitkan semangat juang generasi muda. Santri masa kini diharapkan mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta terus berinovasi dalam menghadapi tantangan global. (afd/imr/*)