Culture Project akan Bawa Pesan Damai di Perhelatan Java Jazz 2022

Advertisement
Culture Project memperdengarkan lagu berjudul “Darurat” yang diluncurkan di kompleks Hunian Sementara (Huntara) penyintas bencana di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (31/1/2020). Lagu yang diangkat dari realitas keseharian penyintas pascabencana itu merupakan kritik sosial sekaligus memberi hiburan bagi para penyintas yang hingga kini masih menempati huntara-huntara dan tenda-tenda darurat. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/Aww

PALU, beritapalu | Culture Project, sebuah kelompok band bergenre musik etnik di Palu diundang tampil dalam perhelatan Jakarta International Java Jazz Festival 2022 yang akan dihelat pada 27 – 29 Mei 2022 mendatang.

Kepercayaan yang diberikan kepada Culture Porject dipagelaran music bertaraf internasional tidak akan disia-siakan. Pasalnya, dari sekian banyak grup music di tanah air, kehormatan bagi Culture Project untuk bisa tampil Bersama grup band dan musisi ternama lainnya.

Menyambut perhelatan itu, personel Culture Project yang terdiri dari Adi Tangkilisan (gitar), Zhul Usman (vokal), Ryan Patindjo (gitar), Ayub Lapadandong (bass), dan Cliff Mokosandi (drum) melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah, Jumat (20/5/2022).

“Momentum ini adalah kesempatan baik bagi Culture Project dan rekan-rekan musisi yang bergerak dalam sektor industri kreatif di Sulawesi Tengah untuk kembali bangkit dan berkarya,” kata Adi Tangkilisan, salah seorang personel Culture Project dalam audiensi yang diterima langsung Kadis Pariwisata Sulteng Diah Entoh.

Adi blak-blakan saja, ia mengatakan mereka membutuhkan dukungan dari berbagai pihak termasuk salah dari pemerintah daerah. Memberi kepercayaan, peluang, dan kesempatan kepada musisi lokal, adalah wujud bantuan yang nyata bagi para rekan-rekan musisi musisi di daerah ini, sebutnya.

Kadis Pariwisata Sulteng sendiri menyambut positif dan sangat mendukung penuh pencapaian Culture Project dan bisa tampil dalam JJF 2022 yang cukup bergengsi ini.

Diah bahkan mengapresiasi dan berterima kasih atas karya-karya yang telah diciptakan oleh Culture Project yang telah mengangkat isu-isu sosial, alam, dan budaya di Sulawesi Tengah.

“Saya menitipkan pesan damai melalui Culture Project untuk disampaikan kepada segenap masyarakat dan  penonton Jakarta Java Jazz Festival 2022. Sampaikan bahwasannya Sulawesi Tengah aman dan kondusif untuk dikunjungi,” titip Diah.

Titipan itu terkait pula dengan rencana pelaksanaan Kembali Festival Danau Poso yang dijadwalkan pada 20-22 Oktober 2022 mendatang.

Pada JJF 2022 nanti, Culture Project akan membawakan 10 lagu karya mereka pada Jumat, 27 Mei 2022, pukul 16.00 WIB di Gazebo Stage, JIExpo , Kemayoran, Jakarta Pusat, tempat Jakarta International Java Jazz Festival 2022 digelar.

Salah satu singelnya yang dipastikan akan dilantunkan adalah “Matahari” yang setting dan pengambilan video clipnya berlokasi di kawasan situs Megalithikum di Besoa, Lembah Bada, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. (afd/*)

Advrtisement