Melihat Lembah Palu dari Ketinggian

Seorang atlet bersiap melakukan take off pada kejuaraan Paralayang di Bukit Salena, Minggu (19/11/2023). (bmzIMAGES / Basri Marzuki)

PUKUL 10.30 Wita, tapi sebagian kecil peserta kejuaraan Paralayang yang take off di Bukit Salena masih duduk manis di atas rerumputan hijau. Ya, pengawas pertandingan belum mengizinkan mereka terbang hingga cuaca termasuk angin benar-benar kondusif untuk terbang.

Tapi tak beselang lama, satu persatu atlet yang masih tersisa itu akhirnya terbang juga. Sebelumnya puluhan atlet sudah terbang mendahului. Mereka yang terbang pada Minggu (19/11/2023) itu akan landing di Lapangan Buluri. Dari Bukit Salena, lapangan mendarat itu juga terlihat sangat jelas.

Dari ratusan peserta yang ikut ambil bagian itu, sebagian besarnya adalah atlet paralayang asal Sualwesi Tengah. Mereka sudah terbiasa terbang dari tempat yang viewnya sangat menawan itu. Peserta lainnya, khususnya yang berasal dari luar Sualwesi Tengah, terbang kali ini menjadi pengalaman baru. Tidak saja karena Bukit Salena yang demikian eksotik tetapi juga karena akan menyaksikan pemandangan Kota Palu yang disebut-sebagai kota lima dimensi akan dikecapnya dari ketinggian.

Benar saja, sebagian besar peserta itu berdecak kagum atas view yang dipertontonkan dari atas setelah terbang. “Luar biasa Kota Palu ini, dari ketinggian sangat memukau,” aku salah seorang peserta usai melipat parasutnya di lapangan pendaratan Buluri.

“Rasanya tidak mau turun,” tambahnya.

Pemerintah setempat memang sedang menggadang Bukit Salena ini tidak sebagai tempat olahraga Paralayang semata, keindahan alam sekitarnya menjadi daya tarik tersendiri untuk menjadikannya sebagai kawasan wisata alam perbukitan. Menurut warga setempat, tidak hanya ketika ada event olahraga paralayang tempat itu dikujungi, hari-hari biasa pun banyak didatangi warga terutama dari Palu.

Melalui berbagai program, Bukit Salena dibangunkan sejumlah fasilitas publik agar pengunjung betah dan merasa nyaman di kawasan itu, termasuk tempat sampah yang memilah menurut jenisnya, organik dan organik. Meski tidak jauh dari situ, sampah plastik bertumpuk dan sebagian terlihat usai dibakar. (bmz)

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by beritapalu.com (@berita_palu)