Perempuan Nelayan Talise Gagas Pembentukan Koperasi

Diskusi kelompok pada penguatan kapasitas perempuan nelayan Talise, Sabtu (6/2/2021). (Foto: KIARA)

PALU, beritapalu | Sejumlah perempuan nelayan di Kelurahan Talise menggagas dibentuknya koperasi untuk meningkatkan ekonomi mereka, terutama pascabencana tsunami.

Gagasan itu mengemuka ketika diadakan pertemuan penguatan kapasitas selama dua hari, Jumat dan Sabtu (5-6/2/2021) yang difasilitasi sejumlah lembaga seperti KIARA, CCFD, AFD, dan PPNI.

PPNI menilai adanya urgensi untuk mendorong lahirnya gerakan perempuan nelayan Talise paska bencana tsunami di Palu pada tahun 2018.

Pada pertemuan tersebut disepakati terbentuknya Kelompok Perempuan Nelayan Sangu Rara Talise. Sangu Rara dalam bahasa Kaili artinya satu hati. Talise sendiri merupakan salah satu wilayah dampingan KIARA di Palu, Sulawesi Tengah.

“Selama dua hari kegiatan, ada beberapa harapan dari hasil diskusi kelompok, salah satunya terbentuknya koperasi,” ungkap Media Communicator KIARA, Eka.

Koperasi itu tidak sekadar sebagai wadah membangun ekonomi perempuan nelayan di Talise, tetapi diharapkan sekaligus dapat menjadi rumah yang aman untuk menyimpan alat-alat tangkap mereka di sekitar pantai.

“Pascatsunami, nelayan sampai saat ini ada yang masih tinggal di huntara yang jaraknya cukup jauh dari laut. Jika nelayan melaut, mereka harus bolak-balik membawa alat tangkap seperti jaring dan mesin. Nelayan terpaksa membawa alat tangkapnya karena khawatir jika alat tangkap di tinggal akan hilang.” Bebernya.

Selanjutnya Perempuan Nelayan Talise akan menindaklanjuti dengan mengadakan menemui negara untuk memastikan implementasi dari No UU 7 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here