Catut dan Hack Website Untad, Raup Miliaran Rupiah, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

Dua terduga pelak penipuan dan peretas website Untad ditunjukkan kepada wartawan di Mapolda Sulteng, Rabu (13/1/2021). (Foto: Capture from video Rangga Musabar)

PALU, beritapalu | Dua terduga pelaku penipuan yang mencatut nama Universitas Tadulako (Untad) masing-masing berinisial MYT dan RA ditangkap jajaran Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulteng.

Pada konferensi pers di Mapolda Sulteng, Rabu (13/1/2021), Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto di dampingi Ditreskrimus Polda Sulteng Kombes Pol Afrizal menyebutkan, modusnya adalah dengan memanipulasi data seolah-olah data tersebut berasal dari pihak Untad.

“Ini sudah dilakukannya sejak tahun 2014” beber Kombes Didik.

Ia menjelaskan, kasus tersebut berawal dari adanya laporan orang tua calon mahasiswa yang melakukan klarifikasi pada rektor tentang adanya pesan melalui Whatsapp Grup dengan akun “Admin Untad” yang menawarkan jasa pengurusan masuk program studi kedokteran tahun 2020 dengan meminta imbalan pengurusan.

Informasi tersebut akhirnya dilaporkan pihak Untad  ke Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Sulteng.

“Selain modus tersebut diatas, tersangka MYT sebagai “Admin Untad” juga membagikan surat edaran palsu dari Untad tentang kebijakan Untad terkait penambahan kuota fakultas kedokteran dan ilmu Pendidikan program studi kedokteran yang terdaftar dalam semester berikut, tahun akademik 2020/2021,” jelas Kombes Didik.

Didik mengungkapkan, tersangka MYT (26 th) bekerja service computer di jalan S. Parman Palu dan dalam aksinya dibantu RA (24 th) yang beralamat di Desa Surumana Kecamatan Benawa Selatan Kabupaten Donggala. Sesuai pengakuannya, pada 2014 juga pernah menjebol website milik Untad.

Atas kepiawaiannya tersebut tersangka dengan imbalan tertentu dapat membantu mengubah nilai semester per SKS, mengubah nilai nominal uang kuliah tunggal (UKT) atau SPP menjadi lebih rendah dari yang sebenarnya serta meloloskan calon mahasiswa yang tidak lolos dalam UMPTN dengan bayaran tertentu.

Mantan Wadirreskrimum Polda Sulteng ini juga menegaskan kedua tersangka telah ditahan di Rutan Polda Sulteng, sedangkan barang bukti yang disita penyidik diduga hasil kejahatan diduga mencapai milyaran rupiah yaitu berupa 1 unit mobil Toyota Rush, 1 unit mobil Toyota Calya, 1 unit mobil Suzuki Karimun, 3 lembar sertifikat tanah, 2 buah laptop, 1 lembar kwitansi pembelian rumah di jalan merpati senilai Rp 150 juta, uang tunai Rp 240 juta, dan lain-lain.

Terhadap kedua tersangka MYT dan RA penyidik menjerat dengan undang undang Informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman 12 tahun penjara, tutup Kabidhumas Polda Sulteng. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here