Banjir Rob, Derita Warga Kampung Lere Setiap Air Laut Pasang

Warga melitnasi genangan air yang menutup jalan akibat banjir rob di Kampung Lere, palu, Sulawesi tengah, Sabtu (14/11/2020). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Dua bocah perempuan berlari kesana kemari dengan riangnya di jalan yang tertutup genangan air akibat banjir rob di Kampung Lere, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (14/11/2020).

Tapi di sudut lain di dalam sebuah lorong di Jalan Pangeran Hidayat itu, sejumlah warga berjibaku di dalam rumahnya untuk menghalangi air agar tidak masuk rumah. Namun usaha itu sia-sia, pintu tidak bisa di lewati air, namun dari sela-sela lantai dan dinding, air itu terus menggenangi lantai rumahnya.

Di lorong lainnya, seorang ibu memegang sapu lidi. Ia menghalau sampah yang terbawa air banjir. Sampah gelas air minum kemasan, dedaunan, kayu, dan aneka sampah plastik lainnya menggelayut memenuhi lorong yang sudah dicor dengan semen namun tertutup air.

Warga beraktivitas di rumahnya yang digenagi air akibat banjir rob di Kampung Lere, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (14/11/2020). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Tak jauh dari situ, seorang pemuda mengambil potongan kayu lalu menyanggah sepeda motornya hingga setinggi lutut orang dewasa agar tidak tergenang air laut yang dapat merusak onderdil kendaraannya.

Seorang ibu duduk dengan tatapan kosong. Matanya tertuju pada genangan air yang terus mengalir masuk ke rumahnya. Ia tak kuasa lagi membendungnya. Ia pasrah saja karena tak sanggup lagi mengangkat atau menyanggah lemari kayunya ke tempat yang lebih tinggi.

Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki

Banjir rob di Kampung Lere adalah peristiwa bulanan yang terjadi sejak berlalunya bencana gempa bermagnitude 7,4 skala richter 28 September 2018 lalu. Bencana itu tidak hanya memicu tsunami dan likuefaksi, tetapi juga menurunkan permukaan tanah (land subsidence) di kawasan itu hingga 1,5 meter.

Penurunan permukaan tanah itu kian memperparah banjir rob ketika air laut sedang pasang. Apalagi tanggul penahan ombak yang dibangun pemerintah di bibir pantai belum sepenuhnya tuntas dan menutup semua bagian.

“Ini sudah rutin terjadi sejak gempa lalu. Dalam sebulan, biasanya berlangsung selama empat atau lima hari,” ungkap seorang warga Kampung Lere.

foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki

Sebagian warga sudah tahu jadwal pasang air laut itu, sehingga sebelumnya sudah mempersiapkan diri dengan menaikkan barang-barang atau perabot di dalam rumah ke atas penyangga atau tempat yang lebih tinggi.

Menurut warga, air pasang biasanya dimulai pada sore hari dan setelah malam hari surut kembali. Namun skedul itu kerap kali tidak menentu. Biasanya siang, dan bahkan malam hari.

“Yang repot itu kalau airnya naik pada malam hari, karena turunnya pasti menjelang pagi. Ini yang repot karena kalau naiknya malam, pasti lebih tinggi airnya dari pada siang atau sore hari,” sebut warga lainnya.

Tak pelak lagi, setiap air dari laut itu surut, maka derita itu belum selesai juga. Warga harus membersihkan rumahnya dari sisa-sisa banjir, tak terkecuali sampah-sampah dan lumpur.

Warga setempat mengistilahkan kegiatan bersih-bersih rumah itu sebagai “Linmas”.

foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki

“Kalau airnya naik pada malam hari, pasti tidak tidur lagi kita karena harus Linmas,” ujarnya lagi sembari tertawa.

Banjir rob ini sudah menjadi rutinitas warga setempat. Beberapa warga berusaha menyiasatinya dengan menambah tinggi fondasi rumahnya. Namun di saat air pasang itu mencapai puncaknya di hari keempat atau hari kelima, fondasi yang tinggi itu kerap kali tidak bisa membendungnya.

“Apa boleh buat, ini harus kami terima. Tapi sampai kapan kami harus menanggung derita begini,” keluh warga lainnya.

Sementara itu, tanggul laut yang sedang dibangun pemerintah di bibir pantai tersebut sedang dalam proses pengerjaan. Penimbunan batu gajah sudah sampai di muara Sungai Palu. Beberapa titik terlihat belum ditanggul karena Menjadi tempat tambatan bagi perahu para nelayan.

“Mudah-mudahan saja setelah semua tanggulnya tertutup tidak ada lagi banjir begini di sisni,” harap warga. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here