Kehilangan Pekerjaan Akibat Bencana, Kelompok Anak Muda di Desa Lolu Ini Bikin Taman Likuefaksi

Inilah sebagian anak-anak muda Desa Lolu yang mengubah lokasi bekas likuefaksi menjadi taman wisata. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Dari jauh, temaram lampu warna-warni membias di ranting-ranting pohon jati yang telah mengering di lahan bekas likeufaksi itu. Di area itu juga, sejumlah pengunjung asyik bercengkrama di atas balai-balai yang terbuat dari bambu. Tak jauh dari situ, beberapa anak muda larut dalam diskusi kecil dalam deretan apik bangku-bangku dari kayu.

Sejak dua bulan terakhir ini, kawasan bekas likuefaksi di Desa Lolu, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah itu menjadi “buah bibir”. Bagaimana tidak, kawasan yang dulunya “ditakuti”, kini telah disulap menjadi kawasan wisata yang diberi nama Taman Likuefaksi dan ramai dikunjungi saban hari, tak terkecuali pada malam hari.

Pemandangan Taman Likuefaksi di Desa Lolu pada malam hari. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Siapa yang menyulap kawasan itu menjadi demikian eksotis dan sangat memesona..? Jawabnya adalah para anak muda di desa itu sendiri.

“Sejak bencana gempa 28 September 2018 lalu, banyak sekali anak muda yang kehilangan pekerjaan. Bahkan sampai saat ini mereka yang petani belum bisa bekerja karena saluran irigasi masih rusak,” ujar Kiki Palurante, inisator kelompok pemuda Desa Lolu tersebut.

Taman Likuefaksi Desa Loli, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Malu juga katanya jika terus berharap dari bantuan, dan sampai kapan harus seperti itu.

Berangkat dari kenyataan itu, maka gagasan mengubah lahan bekas likuefaksi yang tidak termanfaatkan itu menjadi sarana wisata pun muncul.

“Di kawasan itu kebetulan ada seratusan pohon jati yang pada saat bencana lalu ikut bergeser dan kini sebagian besarnya mati dan mengering. Menurut kami, ini adalah berkah tersendiri untuk bisa mengubahnya menjadi taman wisata,” jelas Kiki lagi.

Taman Likuefaksi Desa Loli, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Para anak muda di desa itu pun mulai menyusun konsep dan gagasan pembuatan taman wisata itu. Mereka menyepakati menamainya dengan “Taman Likuefaksi” bukan hanya karena lokasinya di bekas likuefaksi, tetapi juga karena ada atribusi penting terkait dengan likuefaksi di wilayah itu.

“Semua gagasan kita rembukkan dan sepakati. Dari sekitar 50 orang anak muda, semua pekerjaan habis kita bagi-bagi, termasuk bagian kebersihan dan juga bagian parkir.

Taman Likuefaksi Desa Loli, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Kiki mengaku, setidaknya dibutuhkan waktu sekitar sebulan untuk mengubah semak-semak dan gundukan bekas likuefaksi itu menjadi taman wisata yang asri. Syukurlah katanya, karena semua anak muda yang terlibat itu pantang menyerah.

“Kami berharap, sarana wisata ini menjadi tempat bagi anak-anak muda yang kehilangan pekerjaan akibat bencana tadi. Syukur pula jika Taman Likuefaksi ini bisa memberi kontribusi bagi masyarakat sekitarnya dan mengangkan nama desa,” harapnya.

Sejak dibuka sekitar dua bulan lalu dan dilaunching pada 28 September 2020, suasana di Taman Likuefaksi hasil ubahan anak-anak muda tangguh itu semakin ramai. Kelompok-kelompok warga yang menyenangi wisata alam terbuka kerap kali menghabiskan waktu di tempat ini.

Taman Likuefaksi Desa Loli, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

“Tempat ini juga kita harapkan sebagai sarana edukasi, baik tentang kebencanaan, terutama likuefaksi, juga untuk pendidikan alam. Kami terus berusaha melengkap fasilitasnya agar para pengunjung dapat merasa lebih nyaman,” sebutnya.

Tidak sulit untuk mencapai kawasan wisata Taman Likuefaksi in, hanya sekitar 15 menit dari Kota Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengahi. Pengunjung dapat berkendara dengan sepeda motor atau roda empat melewati jalan poros Palu-Palolo. Lokasi tepatnya berada di Jalan Bumi Beringin. Selanjutnya, pengunjung akan dipandu dengan sejumlah tanda penunjuk arah. (afd)

Peta Lokasi : di sini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here