Rekor Terbanyak, Kasus Positif COVID-19 di Sulteng Bertambah 30 Orang Hari Ini (Kamis)

Petugas melintas di depan ruang perawatan COVID-19 di RSUD Anutapura Palu, Rabu (30/9/2020). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Kasus positif COVID-19 mencapai rekor pertambahan tertinggi sejak wabah ini masuk ke Sulteng Maret 2020 lalu. Pusdatina COVID-19 Sulteng merilis, hari ini (Kamis (1/10/2020) jumlah kasus baru positif sebanyak 30 orang.

Dari 30 orang yang positif tersebut, 13 orang di antaranya di Kota Palu, selebihnya yakni enam orang di Kabupaten Banggai, lima orang di Kabupaten Donggala, empat orang di Kabupaten Morowali, dan masing-masing satu orang di Kabupaten Morowali Utara dan Banggai Laut.

Dengan pertambahan signifikan kasus tersebut, akumulasi kasus positif COVID-19 di Sulteng sejak Maret 2020 sudah mencapai 440 orang, terbanyak di Kota Palu yakni 153 kasus, menyusul Buol 62 kasus, Donggala 48 kasus, Banggai 43 kasus, Morowali 31 kasus, Poso 24 kasus, Tolitoli 23 kasus, Morowali Utara 20 kasus, Sigi 15 kasus, Parigi Moutong 10 kasus, Bangkep 4 kasus, Banggai Laut 4 kasus, dan Tojo Unauna 3 kasus.

Meski demikian, Pusdatina juga menyebut, dari 440 orang yang dinyatakan positif, mereka yang dinyatakan sembuh oleh tim medis sebanyak 287 orang, meninggal 17 orang. Pasien yang saat ini sedang dalam perawatan di berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan se Sulteng sebanyak 136 orang, 75 orang di antaranya di Kota Palu.

Petugas berjaga di depan pintu masuk ruang perawatan di RUSUD Anutapura Palu, Rabu (30/9/2020). Rumah Sakit tersebut memberlakukan pembatasan pembesuk untuk mencegah penularan COVID-19. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Untuk menangani pertambahan tajam kasus positif ini, maka khusus di Kota Palu telah dibuat rumah sakit darurat. Sediktinya dua gedung telah dijadikan rumah sakit darurat yakni Gedung Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan (LPMP) yang terletak di Jalan Gatot Subroto Palu, dan gedun Balai Pendidikan Sumber Daya Manusia (BPSDM) yang terletak di Jalan S. Parman Palu.

Rumah sakit darurat yang memiliki daya tampung masing-masing sebanyak 32 dan 100 kamar itu diharapkan dapat menampung pasien positif COVID-19 yang tidak bisa lagi ditampung di rumah-rumah sakit yang ada.

Selain menyediakan rumah sakit darurat, Pemerintah Provinsi Sulteng juga mengambi langkah-langkah untuk mencegah makin masifnya penyebaran virus asal China tersebut, antara ain dengan menerbitkan Pergub No.32 tahun 2020 tentang disiplin penerapan protokol kesehatan bagi masyarakat.

Gubernur juga telah membuat edaran untuk pengawasan ketat bagi pelaku perjalanan yang akan masuk ke wilayah Sulawesi Tengah, antara lain harus mengantongi surat hasil Swab Test atau tes usap yang negatif.

Di tingkat kabupaten dan kota, penerapan disiplin protokol kesehatan itu juga sudah diimplementasikan melalui operasi yustisi. Warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan tersebut akan disanksi, mulai dari sanksi administrasi hingga sanksi sosial. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here