Home Peristiwa Berita Utama Polisi-Polisi Muda Ini Kenang Rekannya yang Gugur Diterjang Gelombang Tsunami

Polisi-Polisi Muda Ini Kenang Rekannya yang Gugur Diterjang Gelombang Tsunami

Sejumlah anggota polisi berdoa sebelum menabur bunga di bekas anjungan Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (28/9/2020). Mereka mendoakan rekan mereka yang menjadi korban tsunami saat bertugas dalam rangka pengamanan Palu Nomoni 28 September 2018 lalu. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Sebuah kendaraan berwarna putih berhenti tepat di bekas anjungan Pantai Talise yang kini telah dibentengi dengan sebuah tanggul batu gajah. Pintu terbuka dan sejumlah orang turun dari kendaraan itu.

Rombongan itu adalah anggota polisi, sebagiannya berpakaian preman, dan hampir semuanya perempuan atau Polisi Wanita (Polwan). Beberapa dari mereka merapikan pakaiannya yang terkibas angin pantai.

Kecuali seorang polisi pria, yang lainnya memegangi kantongan plastik berisi kembang. Di antara mereka ada juga yang membawa bunga yang sudah dibingkai dalam plasstik.

Mereka memanjati tanggul batu gajah yang tingginya mencapai dua meter itu. Sekali lagi, mereka Merapikan pakainnya yang terus dikibaskan angin sore yang terus bertiup lumayan kencang.

Tanpa di komando, mereka berbaris di antara tumpukan batu. Khusyuk dengan mata terpejam, bibir mereka pun bergerak pertanda memanjatkan doa.

Ya, sore itu, para polisi-polisi muda itu sengaja datang ke lokasi bekas terjangan tsunami itu. Mereka hendak mengenang dan mendoakan rekannya yang gugur saat bertugas melakukan pengamanan dalam rangka pembukaan Palu Nomoni III pada 28 September 2018 lalu.

Sejumlah anggota kepolisian menabur bunga di bekas lokasi tsunami di Pantai Talise, Palu, Sulawesi tengah, Senin (28/9/2020). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Cukup lama mereka terpaku dalam diam memanjatkan doa. Beberapa di antaranya bahkan tak kuasa menahan air matanya. Kenangan dua tahun lalu tak bisa dihapusnya begitu saja. Mereka datang kembali untuk mengenang kebersamaan mereka.

Usai berdoa, mereka lalu turun mendekati riak air laut yang terus menerpa bebatuan tanggul. Dengan derai air mata, bunga-bunga dalam plastik itu ditaburkan ke laut. “Damailah bersamaNYA sobat,” doanya sembari terus menabur bunga-bunga itu.

Berdasarkan catatan Polres Palu, sedikitnya 11 anggota Polres Palu yang gugur dalam bencana dahsyat tsunami di pantai tersebut. Dari 11 personel tersebut, tiga di anataranya adalah Polwan, masing-masing Bripda Putu Ayu Lennyaningsih, Bripda Riza Mahdiyah Annisa, dan Bripda Desak Nyoman Elia Puspitasari.

Anggota polisi lainnya yang juga gugur adalah Iptu Hendrik, Iptu Sarfani, Ipda Taufik Rongalaha, Aipda Mustofa, Bripka Bambang Supriyadi, Bripka Zainal Daud, Bripka Abdullah Salhe, dan Brigadir I Gusti Kadek Sukaniarta.

“Beberapa di antara mereka yang gugur itu adalah rekan seangkatan kami,” kata salah seorang anggota polisi tersebut.

Malang memang tak dapat ditolak, namun mereka mengaku bangga memiliki rekan yang telah mengabdikan diri untuk negara.

“Selamat jalan kawan, tenanglah bersamaNYA,” ujarnya. (afd)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version