Hari Ini (Sabtu), 21 Orang Dinyatakan Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sulteng

Petugas medis berjalan menuju ruang perawatan di gedung Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan (LPMP) yang dijadikan Rumah Sakit Darurat COVID-19 di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (26/9/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Pergerakan angka kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Sulawesi Tengah semakin meresahkan. Sabtu (26/9/2020) hari ini, Pusdatina COVID-19 Sulteng melaporkan jika terdapat tambahan penderita baru hingga 21 orang.

Ke-21 kasus baru itu, 14 di antaranya berada di Kota Palu, tiga di Kabupaten Sigi, dan empat orang di Kabupaten Donggala.

Dengan demikian, akumulasi total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 se Sulteng sejak Maret 2020 lalu mencapai 375 kasus, 247 di antaranya dinyatakan sembuh oleh tim medis, dan 15 kasus berakhir dengan meninggal dunia.

“Pasien COVID-19 yang saat ini dalam perawatan berjumlah 113 kasus di berbagai rumah sakit dan tempat perawatan se Sulteng,” ujar Juru Bicara Pusdatina COVID-19 Sulteng, Haris Kariming dalam keterangan persnya, Sabtu (26/9/2020).

Peningkatan siginifikan kasus positif COVID-19 di Sulteng ini terjadi sejak sepekan terakhir ini. Selain Kota Palu, sejumlah daerah kabupaten lainnya di Sulteng juga menunjukkan tren yang meningkat seperti Morowali, Donggala, dan Sigi.

Peningkatan kasus ini membuat rumah sakit rujukan yang ada, terutama di Palu tidak mampu menampung secara keseluruhan pasien baru tersebut. Jumlah kamar yang tersedia untuk menangani COVID-19 tidak mencukupi lagi. Bahkan salah satu rumah sakit mengaku sudah over capacity.

Gubernur Sulteng Longki Djanggola taktis menyiasatinya, yatiu dengan “menyulap” gedung-gedung yang memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai rumah sakit darurat. Tersebutlah salah satunya yakni gedung Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan (LPMP) yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Palu.

Bahkan menurut Plt Kadis Kesehatan Sulteng dr. Jumriani, gedung yang memiliki 32 kamar tersebut kini telah ditempati oleh empat pasien positif COVID-19.

Sebagai antisipasi terus melonjaknya kasus positif, Gubernur Longki Djanggola belum puas dengan gedung LPMP tersebut. Ia berharap akan ada lagi gedung lainnya yang bisa dialihfungsikan sementara untuk penanganan COVID-19.

“Semua pasien COVID-19 harus mendapat perawatan dari pemerintah,” tegas Longki saat meninjau gedung LPMP pada Jumat (25/9/2020). (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here