Home Covid-19 Operasi Yustisi Dimulai, Langgar Protokol Kesehatan Disuruh Push Up dan Bersih-Bersih

Operasi Yustisi Dimulai, Langgar Protokol Kesehatan Disuruh Push Up dan Bersih-Bersih

Aparat kepolisian menghentikan sepeda motor seorang warga karena tidak mengenakan masker di salah satu ruas jalan di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (23/9/2020). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Operasi penegakan hukum penerapan protokol kesehatan sudah dimulai di Kota Palu ditandai dengan pelepasan tim operasi dalam sebuah apel dipimpin Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Hery Santoso, Kamis (24/9/2020).

Tim yang berjumlah 300 personel itu terdiri dari unsur gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Tim ini akan melakukan operasi penertiban di jalan-jalan utama di Kota Palu dan langsung menindaki warga yang ditemukan tidak mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemi COVID-19.

Protokol kesehatan dimaksud antara lain mengenakan masker, menjaga jarak, dan tidak berkerumun.

Wakapolda Brigjen Pol. Hery Santoso mengatakan, operasi yustisi adalah tindak lanjut dari Inpres Nomor 6 tahun 2020, yaitu mengupayakan efektifitas penegakkan hukum terhadap pelanggaran protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Di tingkat regional, landasan hukum itu juga dijabarkan dengan Peraturan Gubernur Nomor 32 tahun 2020 tentang penerapan protokol kesehatan.

Kapolda Hery menyebut, saat ini DPRD provinsi, kabupaten dan kota sedang menyusun pembuatan peraturan daerah yang nantinya akan dijadikan landasan dalam penegakan hukum terhadap pelanggaran protokol kesehatan di tiap daerah.

“Walaupun dalam pelaksanaannya untuk sanksi administrasi denda belum dapat kita terapkan, atau baru sebatas pemberian sanksi teguran lisan, teguran tertulis, tindakan fisik dan sanksi sosial,” ujarnya.

Selama ini lanjutnya, Polri, TNI dan unsur terkait sudah secara rutin melakukan patroli untuk melakukan pembinaan, pengawasan dan terus memberikan himbauan protokol kesehatan sebagaimana Instruksi Presiden tersebut.

Meski begitu, Kapolda Hery juga meminta kepada tim operasi yustisi agar melaksanakan operasi tersebut secara simpatik dan humanis serta menghindari tindakan-tindakan yang anarkis, diskriminatif yang dapat menimbulkan penolakan di masyarakat.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto menguraikan, 300 personel tim operasi yustisi tersebut dibagi menjadi 10 tim kecil.

Pada hari pertama ini lanjutnya, dilakukan operasi di 11 titik seperti di Jalan Malonda, Jalan Sudirman, Jalan RE. Martadinata, Jalan Monginsidi, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Kuduri, Jalan Teuku Umar, Jalan Tanjung Satu, Jalan Dewi Sartika dan di Jalan I Gusti Ngurah Rai Palu.

Sebelumnya dalam operasi yustisi yang sudah dilakukan oleh Polda Sulteng sejak 14 hingga 21 September 2020 lalu, setidaknya telah menjaring pelanggar sebanyak 4.275, dengan jenis pelanggaran tidak memakai masker 3.687, tidak jaga jarak 440, dengan sanksi teguran lisan 3.885, teguran tertulis 122, tindakan fisik berupa push up 282 dan sanksi sosial berupa memungut sampah di sekitar lokasi operasi 361. (afd/*)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version