Mulai 28 September, Masuk Wilayah Sulteng Harus Tunjukkan Hasil PCR Swab

Rakor penerapan disiplin protokol kesehatan yang dipimpin Gubernur Sulteng di Kantor Gubernur Sulteng, Rabu (23/9/2020). (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

PALU, beritapalu | Setiap pelaku perjalanan yang akan masuk ke wilayah Sulawesi Tengah harus bisa menunjukkan dokumen hasil Polymerase Chain Reaction (PCR Swab) Test atau tes usap. Aturan ini efektif berlaku mulai 28 September 2020.

Demikian antara lain keputusan yang ditetapkan dalam rapat koordinasi virtual tentang penerapan disiplin protokol kesehatan COVID-19 yang dipimpin Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan diikuti oleh unsur Forkopimda, bupati dan wali kota se Sulteng, Rabu (23/9/2020).

Sesuai laporan Pusat Data dan Informasi Bencana (Pusdatina) Sulteng, jumlah warga yang terkonfirmasi positif di Sulawesi Tengah naik signifikan dan sejumlah daerah masuk dalam katagori Zona Merah seperti Donggala, Kota Palu, Morowali.

Hasil tracking yang dilakukan Dinkes, konfirmasi positip itu adalah orang yang melakukan perjalanan keluar daerah dan orang masuk dari luar daerah.

“Untuk itu, untuk memutus penyebaran COVID-19, kita harus menerapkan harus bebas COVID-19 masuk Sulawesi Tengah dengan syarat harus ada hasil Swab PCR, bagi setiap orang yang masuk Sulawesi Tengah dan sudah ditetapkan sesuai dengan Surat Edaran yang sudah saya tandatangani dengan tembusan Gubernur se-Sulawesi,” kata Gubernur Longki.

Selain ketetapan itu, penerapan disiplin dan penegakan hukum bagi yang melanggar Protokol Kesehatan harus diberi sanksi sesuai dengan Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Pergub Nomor 32 Tahun 2020 dan Peraturan Bupati dan Walikota Palu.

Longki menegaskan, kepala daerah yang wilayahnya mengalami kenaikan konfirmasi positif COVID-19 yang signifikan, dapat mengajukan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau Karantina Wilayah kepada Pemerintah Pusat untuk dilaksanakan di wilayahnya masing -masing.

Tak itu saja, segala jenis kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak, hanya dapat dilaksanakan jika ada rekomendasi dari Satuan Tugas COVID-19 di masing -masing wilayah bersangkutan.

Khusus untuk sekolah tatap muka, diputuskan bahwa daerah yang masuk katagori Zona Merah akan ditunda. Namun untuk zona hijau dapat dilaksanakan sepanjang kepala daerah dapat memberikan Surat Pernyataan dapat dilaksanakan belajar dengan tatap muka .

Ditetapkan pula untuk menunda sementara penugasan pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan perjalanan dinas keluar daerah Sulteng.

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Abd. Rahman Baso yang juga mengikuti virtual tersebut menyampaikan, seluruh pejabat yang diberikan tanggungjawab harus mengambil langkah langkah konstruktif dan efektif untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Saya sampaikan bahwa negara tidak bisa kalah dengan penyebaran COVID-19. Saya minta Pergub 32 Tahun 2020 dapat diterapkan efektif tetapi perlu kajian dan sosialisasi dalam penerapan dendanya sehingga kita dapat bersinerji dalam menekan COVID-19 sampai dengan Babinkantibmas,” ujar Kapolda.

Danrem 132 Tadulako Brigjen TNI Farid Makrup mengungkap hasil kajian yang dilakukan TNI dan menurutnya masih banyak warga yang sudah positip COVID-19 tapi tidak ada gejala. Ironinya karena masih berkeliaran dan disinyalir menularkan virus itu kepada orang lain.

“Penafsiran terhadap pemberlakuan new normal baru salah di masyarakat. Masyarakat banyak tidak patuh terhadap protokol kesehatan dan banyak masyarakat bepergian keluar daerah yang tidak urgen. Kita berharap agar dapat dengan tegas diberlakukan sanksi bagi yang melanggar ketentuan Protokol Kesehatan,” pinta Danrem.

Sementara itu, Ketua DPRD Sulawesi Tengah diwakili Ketua Komisi IV DPRD Alimudin Paada menyampaikan bahwa ada pemikiran sebagian masyarakat bahwa informasi tentang COVID-19 ada unsur politiknya. Namun begitu, ia mendukung langkah pemerintah dan menghidupkan kembali pengawasan ketat di perbatasan.

“Kami juga meminta agar pelaksanaan sekolah tatap muka dapat ditunda dulu sampai situasi penyebaran COVID-19 sudah teratasi,” sebut Alimudin. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here