Home Peristiwa Berita Utama 14 Penderita Baru COVID-19 di Sulteng, 6 Di Antaranya di Kota Palu

14 Penderita Baru COVID-19 di Sulteng, 6 Di Antaranya di Kota Palu

Petugas memeriksa syarat administrasi salah seorang pelaku perjalanan di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (1/9/2020). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Tren penderita COVID-19 di Sulawesi Tengah terus menunjukkan pergerakan yang kian meninggi. Hari ini (Rabu, 23/9/2020) saja terdapat 14 orang yang positif terinfeksi COVID-19 baru, enam orang di antaranya berasal dari Kota Palu.

Pusat Data dan Informasi Bencana (Pusdatina) COVID-19 Sulawesi Tengah merilis, selain berasal dari Kota Palu, penderita COVID-19 per hari ini juga berasal dari Kabupaten Poso tiga orang, Donggala tiga orang dan Morowali Utara dua orang.

“Saat ini, pasien COVID-19 yang sedang dalam perawatan berjumlah 90 orang, 32 di antaranya di rawat di Rumah Sakit di Palu dan sisanya tersebar di kabupaten se Sulteng,” ungkap juru bicara Pusdatina COVID-19 Sulteng, Haris Kariming, Rabu (23/9/2020).

Dengan pertambahan itu beber Haris, maka secara kumulatif jumlah warga yang positif COVID-19 di Sulteng sejak Maret 2020 lalu menjadi 344 orang. Sementara pasien yang dinyatakan sembuh seluruhnya sebanyak 240 orang, dan meninggal dunia akibat COCID-19 sebanyak 14 orang.

Jika jumlah penderita positif COVID-19 ini terus meningkat, kekhawatiran terhadap daya tampung rumah sakit juga mengemuka. Pasalnya, setiap rumah sakit yang direkomendir untuk menangani pasien COVID-19 juga sangat terbatas. Bahkan salah satu rumah sakit di Palu mengaku sudah over capacity.

Kenaikan angka penderita positif COVID-19 di Sulteng dalam beberapa hari terakhir ini memantik perhatian pemerintah. Gubernur Sulteng dalam rapat koordinasi yang dihadiri unsur Forkompida pada Rabu (23/9/2020) menegaskan untuk memperketat pintu masuk ke wilayah Sulteng.

Pengetatan itu antara lain dengan mewajibkan pelaku perjalanan untuk mengantongi hasil pemeriksaan PCR Swab Test ketika akan masuk ke wilayah Sulteng.

Kebijakan itu beralasan, karena berdasarkan hasil tracking yang dilakukan oleh dinas kesehatan, para penderita baru itu adalah pelaku perjalanan dari luar yang masuk ke Sulteng. Gubernur juga menunda perjanalan dinas keluar daerah kepada setiap Aparat Sipil Negara (ASN).

Bahkan untuk menekan penyebaran COVID-19 ini, pemerintah juga akan menerapkan Pergub Nomor 32/2020 tentang penerapan disiplin protokol kesehatan selama pandemi.

Selain itu, Polda Sulteng bersama pihak terkait juga akan melakukan operasi yustisi untuk penerapan protokol kesehatan itu. (afd/*)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version