Pelopori Penataan Lingkungan, KSM di Ujuna Bikin Komposter Percontohan

Edy Lugito, Ketua RT II RW IV Kelurahan Ujuna bersama komposter yang dibuatnya, Selasa (1/9/2020). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Sebuah Kelompok Swadaya Massyarakat (KSM) di Kelurahan Ujuna, Kota Palu, Sulawesi Tengah mempelopori penataan lingkungan dengan memanfaatkan teknologi komposter sederhana.

Komposter adalah sebuah teknologi yang dapat mengubah sampah basah menjadi pupuk kompos yang sangat bermanfaat bagi tumbuhan atau tanaman. Komposter ini dapat dirakit dengan sederhana menggunakan tong plastik dan sambungan pipa plastik.

Ketika ditemui Selasa (1/9/2020) sore, Ketua RT II, RW IV Kelurahan Ujuna, Edy Lugito yang juga inisiator program penataan lingkungan dengan komposter itu menjelaskan, gagasan penerapan komposter itu diperoleh ketika melakukan kunjungan banding ke Kota Surabaya beberapa tahun silam.

“Saya merasa tergerak untuk menerapkan gagasan ini di lingkungan saya, selain karena saya punya keinginan besar agar lingkungan disini tertata bagus, bersih dan bebas sampah, ini juga menjadi sumbangsih setelah difasilitas oleh Pemkot Palu dengan mengirim saya kunjungan banding ke Surabaya,” jelas Edy.

Sebelumnya Edy juga sudah membentuk Bank Sampah yang melibatkan hampir seluruh ibu rumah tangga di lingkungannya untuk berperan serta, terutama bahan sampah plastik.

Namun bank sampah yang sebelumnya telah berjalan, saat ini berkurang aktivitasnya lantaran pandemi COVID-19 yang belum diketahui masa berakhirnya.

Di kota yang dikunjunginya di Surabaya kata Edy, hampir setiap rumah tangga memliki komposter di rumahnya. Setiap rumah tangga yang memiliki tanaman tumbuh subur setelah diberi pupuk hasil produksi komposter tersebut.

Proses pembuatan komposter, pengubah sampah basah menjadi pupuk kompos di Kelurahan Ujuna, Selasa (1/9/2020). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

“Teknologinya sangat sederhana, dapat dimanfaatkan semua orang, tinggal kemauan saja. Karena itu saya coba, kenapa tidak kita lakukan di Kelurahan Ujuna,” kenangnya waktu kunjungan banding tersebut.

Kesempatan untuk menerapkan teknologi pengolah sampah alami itu akhirnya tiba juga ketika Pemerintah Kelurahan Ujuna mempersilakan KSM yang ada di wilayah itu untuk mengusulkan program penataan lingkungan.

“Alhamdulillah, usulan untuk membuat komposter ini disetujui oleh kelurahan dan disambut baik RT lainnya. Untuk tahap awal akan dibuat komposter percontohan, masing-masing satu komposter di tiap RT,” jelas Edy lagi.

Edy mengaku bersyukur atas sambutan pemerintah setempat itu dan ia berharap agar ke depan komposter itu tidak hanya ada di tiap RT melainkan juga dimiliki setiap rumah tangga.

Kini Edy sedang merampungkan pembuatan 25 unit komposter percontohan itu untuk diberikan kepada setiap RT di Kelurahan Ujuna. Ia berharap, teknologi sederhana itu dapat mewujudkan kelurahannya sebagai kelurahan yang benar-benar tertata lingkungannya, bebas dari sampah, dan sadar akan lingkungan yang bersih dan sehat. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here