Merayakan Hasil Panen Pertama Pertanian Hidroponik di Desa Pombewe

Sekdaprov Sulteng Hidayat Lamakarate (jketiga kanan) menunjukkan tanaman selada hasil panen perdana sistem hidroponik yang difasilitasi Dompet Dhuafa dan Yayasan Care di Desa Pombewe, Sigi, Rabu (29/7/2020). (Foto: HO/Dompet Dhuafa)

SIGI, beritapalu | Sedikitnya 37 petani kelompok binaan Dompet Dhuafa melalui Proyek Pemulihan Penghidupan Pasca Bencana (Livelihoods Recovery) kerjasama dengan Yayasan CARE Peduli yang didanai oleh SHO, merayakan hasil panen pertama pertanian dengan sistem hidroponik di desa Pombewe, Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Rabu (29/7/2020).

Kegiatan ini dirangkaikan dengan acara serah terima bantuan alat pertanian hidroponik secara simbolis dari Yayasan CARE Peduli dan Dompet Dhuafa kepada 123 penerima manfaat yang terdiri dari: 3 greenhouse dan 93 modul hidroponik sistem DFT (Deep Flow Technique) yang tersebar di Desa Lolu, Desa Pombewe, Desa Kabobona, dan Desa Loru. Total secara keseluruhan jumlah penerima manfaat yang mendapatkan bantuan Alat Pertanian Hidroponik yang didanai oleh SHO adalah 160 KK Petani/ buruh tani.

Gubernur Sulawesi Tengah diwakili Sekretaris Daerah Sulawesi Tengah Hidayat Lamakrate, Bupati Sigi diwakili Kadis Ketahanan Pangan dan pemangku kepentingan terkait, dipusatkan di lahan Ismail, seorang warga Ismail, salah satu praktisi hidroponik yang direkrut oleh Dompet Dhuafa sebagai fasilitator training.

Selama satu bulan, para petani ini telah mendapatkan pelatihan cara bertani dengan sistem hidroponik mulai dari membuat Pekatan AB Mix, Penyemaian, Pemindahan media tanam, serta cara memanen dan menyortir hasil panen, dengan pendampingan dari Pak Ismail dan 3 orang lainnya sebagai fasilitator.

Sekretaris Daerah Sulteng Hidayat Lamakarate menyatakan apresiasi positifnya atas kepedulian Yayasan CARE Peduli dan Dompet Dhuafa yang masih terus berpartisipasi dari awal bencana alam (gempa) sampai dengan hari ini bencana non alam (pandemic covid19).

Tak itu saja, keduanya hingga kini masih terus memfasilitasi dan mendampingi masyarakat dalam rangka memberikan edukasi bahkan memberi ruang sehingga mereka punya aktivitas yang bisa memberdayakan mereka dan mandiri secara ekonomi.

Hadayat berharap, kegiatan panen raya hidroponik, memberikan bukti kepada warga agar terus melanjutkan kegiatan ini dan pemerintah baik di desa, kecamatan, kabupaten, maupun provinsi akan mengawal terus kegiatan tersebut.

Buttu Ma’dika, Sulawesi Team Leader, Yayasan CARE Peduli menyampaikan harapan agar kegiatan ini tidak berhenti setelah kegiatan proyek selesai, tetapi terus dikembangkan secara berkelanjutan agar betul-betul terasa manfaatnya bagi masyarakat yang saat sedang dalam proses pemulihan mata pencaharian paska bencana 2018.

“Potensi pasar hasil pertanian ini cukup besar. Jadi hasilnya selain sebagai sumber pangan yang sehat bagi keluarga, juga dapat dipasarkan untuk menambah penghasilan para petani,” ujarnya.

Menurut Siddiq Robbani, Project Manager Dompet Dhuafa,  Panen Raya ini dapat dimaknai sebagai harapan baru pasca bencana 28 September 2018 melalui berhidroponik. Keberhasilan project livelihood mencapai panen pertama, merupakan hasil sinergi antara penerima manfaat, fasilitator, aparat Desa, serta pemerintah Kabupaten. Tim Dompet Dhuafa dan Yayasan Care Peduli sangat mengapresiasi sinergi yang baik ini. Untuk itu, sudah sepatutnnya kegiatan panen ini dirayakan bersama sebagai simbol bangkitnya para petani.

“Tim Dompet Dhuafa dan Yayasan Care Peduli mengharapkan keberhasilan juga membersamai untuk 123 Penerima manfaat yang saat ini sedang merawat komoditas (sayuran) yang sedang ditanam. Ke depannya, masyarakat diharapkan sudah mampu bertani  dan mengolah hasil panen secara mandiri dan  berkelanjutan”, tandas Siddiq. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here