Ada Bawang Putih di Napu? (Catatan Perjalanan Staf Khusus Kementan RI)

Panen erdana bawang putih di Napu, Poso, Sabtu (18/7/2020). (Foto: HO/Kementan RI)

SABTU (18/7/2020) saat matahari belum lagi menampakkan sinarnya, namun kami sudah harus jalan dari Kota Palu ke arah Tenggara. Tujuan kami ke Wilayah Kabupaten Poso, tepatnya ke lembah Napu.

Ditemani warga asal Napu yang menjadi mata jalan, perjalanan kami tempuh selama kurang lebih 2,5 jam.

“Kenapa jalan pagi sekali, ada acara apa ?” tanya Christo yang juga memiliki lahan perkebunan Kakao dan Durian di Lembah Napu.

“Ada acara panen bawang putih di Watumaeta,” jawab saya.

“Haaah? Ada bawang putih di Napu ?” reaksi spontan Christo atas jawaban saya.

Tanpa gembar gembor, April 2020, dilakukan gerakan tanam bawang putih mendukung UPSUS di Kabupaten Poso yang dihadiri langsung oleh Kepala BPTP Sulawesi Tengah Dr. Fery Fahrudin Munier, MSc.

Kepala Balai yang didampingi oleh peneliti dan penyuluh BPTP Sulawesi Tengah memberikan motivasi kepada petani untuk gemar menanam bawang putih varietas lokal, agar varietas lokal menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri.

Tidak tanggung tanggung, ada tiga varietas ditanam di Lembah Napu 1137 m dpl dalam uji adaptasi yang dilakukan : varietas Sangga Sembayun (NTB), varietas Lumbu Hijau (hasil dari Balitsa Kementan) dan varietas lokal Tinombo.

Varietas Tinombo adalah varietas lokal Sulawesi Tengah yang populer ditanam petani di Dusun Tompeng, Desa Ogoalas, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong.

Ketiga varietas yang ditanam bulan April lalu, Sabtu (18/7/2020) jam 09.00 pagi, matahari tetap belum juga dirasakan sengatnya karena kabut masih menggelantung di atas Watumaeta. Saat itulah panen perdana atas penanaman bulan April.

Tidak tanggung-tanggung, dua staf khusus Menteri Pertanian, Direktur Benih Dirjen Holtikultura, Kepala Balai Besar Pertanian Bogor didampingi Kepala BPTP Sulteng, Kepala Karantina Pertanian Palu serta Kadis Pertanian Poso melakukan panen perdana.

“Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian mendorong daerah yang potensil untuk bawang putih, karena ketergantungan terhadap impor. Saya sudah dua kali ke Napu dalam satu bulan, dan saya optimis sekali untuk keberhasilan tanaman bawang putih. Varietas Tinombo baunya lebih menyengat dibanding dua varietas lainnya. Seluruh wilayah penghasil bawang putih di Indonesia sudah saya datangi, tapi entah kenapa Lembah Napu saya yakin sangat potensil untuk ikut memenuhi kebutuhan bawang putih dalam negeri,” kata Luthfie Halide Staf Khusus Bidang Agribisnis.

Untuk mewujudkan keinginan Napu menjadi salah satu sentra bawang putih di Indonesia, Direktur Benih Hortikulura Kementrian Pertanian segera mendorong keberadaan penangkar benih bawang putih di Napu.

“Karena untuk mewujudkan hal ini strategi yang harus segera dilakukan adalah membuat , menghadirkan penangkaran benih. Saya mohon ijin membawa hasil panen varietas Tinombo untuk kami short cut langsung uji DNA agar hasil penelitiannya segera kita ketahui bersama,” jelas Sukarman selaku Direktur Benih Horrikultura Kementrian Pertanian. (Erick Tamalagi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here