Puluhan Hektar Kebun Warga Dibawa Hanyut Arus Sungai Paneki

Sejumlah warga bergotong royong menebang pohon untuk meluruskan aliran air sungai yang mengalami abrasi di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (14/7/2020). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

SIGI, beritapalu | Abrasi Sungai Paneki di Desa Pombewe benar-benar membuat sengsara sebagian warga, terutama yang memiliki lahan perkebunan di bantaran sungai.

Bagaimana tidak, pelan namun pasti, arus air sungai terus menggerus lahan-lahan perkebunan warga. Ironisnya, karena sebagian besar pemilik kebun tersebut adalah warga yang notabene adalah korban bencana 28 September 2018.

“Belum selesai penderitaan karena bencana dua tahun lalu, kini lahan kami hanyut sedikit demi sedikit lagi karena dikikis air sungai,” kata salah seorang warga Paneki di sela-sela gotong royong di sungai untuk meluruskan air air sungai, Selasa (14/7/2020).

Penggerusan air sungai atau abrasi itu terjadi setiap sungai tersebut mengalirkan air dari gunung, apalagi jika intensitas hujan cukup tinggi seperti yang terjadi beberapa hari terakhir ini.

“Kita sudah mohonkan melalui kepala desa agar pemerintah membantu kami meluruskan arus air sungai dengan alat berat, karena kalau memakai tenaga manusia seperti sekarang, rasanya sangat mustahil,” harap warga tersebut.

Warga setempat mengaku terpaksa saling mengajak untuk bergotong royong untuk meluruskan aliran air sungai itu karena bantuan alat berat yang diharapkan ternyata tidak kunjung tiba.

“Ya terpaksa kami semua turun tangan dengan peralatan seadanya untuk meluruskan aliran air sungai, karena kalau tidak, akan makin banyak lahan perkebunan yang hilang dan hanyut terkikis air,” jelasnya.

Puluhan warga yang sebagiannya bermukim di Hunian Sementara yang dibangun Palang Merah Indonesia (PMI) Desa Pombewe itu tampak menebangi pohon yang berada di lekukan aliran air dengan harapan, jika pohon itu telah hilang maka aliran air akan lurus dan tidak sampai mengikis lahan yang ada di kiri kanannya.

Salah seorang warga mengaku, jika diakumulasikan secara keseluruhan, jumlah lahan kebun warga yang hilang dibawa hanyut arus sungai mencapai puluhan hektar. Jumlah itu menurutnya akan terus bertambah jika pembendungan tidak dilakukan, apalagi jika hujan di hulu terus terjadi. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here