Ini Riwayat Perjalanan Pasien COVID-19 yang Meninggal di Morowali

Juru Bicara Bidang Teknis Gugus Tugas COVID-19 Sulteng, dr. Jumriani (kanan). (Foto: HO/Gugus Tugas COVID-19 Sulteng).

PALU, beritapalu | Seorang pasien positif COVID-19 di Kabupaten Morowali meninggal dunia saat menjalani perawatan medis. Pasien berinisial P (56 tahun) itu terjangkit virus corona setelah melakukan perjalanan.

Juru bicara bidang teknis Pusdatina COVID19 Sulteng dr. Jumriani memaparkan riwayat perjalanan almarhumah hingga terjangkit virus asal China tersebut.

Kata dr. Jumriani yang juga Plt. Kadis Kesehatan Sulteng, berdasarkan hasil investigasi terhadap pasien berkode 014 tersebut, yang bersangkutan telah melakukan perjalanan dari luar daerah, tepatnya pada 10 Juni 2020 lalu berangkat ke Aceh untuk mengikuti  acara keluarga (pernikahan) dan kembali ke Morowali pada 17 Juni 2020.

Setelah kembali, yang bersangkutan mengalami gangguan kesehatan, namun tidak menunjukkan gejala COVID-19. Pasien itu juga tidak bersedia dirawat di rumah sakit, sehingga oleh keluarga dirawat di rumah.

Pada 2 Juli 2020, kondisi pasien tersebut memburuk sehingga dipersiapkan dirujuk Ke RSUD Morowali. Namun belum sempat dirujuk, pada pukul 21.45 Wita, pasien dinyatakan meninggal dunia.

“Dengan melihat riwayat perjalanan P dari luar daerah, maka oleh Pihak Gugus Tugas COVID-19 dilakukan Swab pada 3 Juli 2020 pukul 01.00 Wita dan swab dibawa ke Palu pada  pukul 03.00 WITA untuk dilakukan pemeriksaan,” terng dr. Jumriani.

Atas bantuan dari pihak Dinkes Provinsi Sulteng dan UPT Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulteng, konfirmasi hasil pemeriksaan swab diperoleh pada pukul 16.00 Wita dan dinyatakan positif, sehingga proses pemakaman Jenazah dilaksanakan dengan standar COVID-19 oleh Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Morowali.

Dr. Jumriani menyebutkan, kondisi penanganan COVID-19 khusus kabupaten morowali sampai hari ini berjumlah 14 kasus positif,  2 meninggal dunia. Sedangkan se Sulteng total konfirmasi positif COVID-19 berjumlah 191 kasus, 6 meninggal dunia dan sembuh 161 pasien atau 85 persen.

Ia berharap kepada seluruh masyarakat bahwa meskipun sudah menuju New Normal namun harus tetap patuh terhadap protokol kesehatan, pakai masker, rajin mencuci tangan, jaga jarak, dan rajin olah raga. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here