Masalah Pembebasan Lahan Ganjal Kelancaran Pembangunan Huntap

Dansatgas Percepatan Pembangunan Pascabencana, Brigjen TNI Farid Makruf (kedua dari kanan) pada Rapat Evaluasi Percepatan Pembangunan Pascabencana di Ruang bantaya Kantor Wali Kota Palu, Senin (15/6/2020). (Foto: HO/Humas Pemkot Palu)

PALU, beritapalu | Masalah pembebasan lahan terkait pembanunan hunian tetap (Huntap) di Kota Palu, Sigi dan Donggala disebut sebagai ganjalan utama kelancaran penyediaan hunian bagi warga korban bencana 28 September 2018.

Hal itu mengemuka ketika digelar rapat evaluasi percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) I dan II tahun 2020 di ruang rapat Bantaya kantor Wali kota Palu, Senin (15/6/2020) yang dipimpin langsung Dansatgas Percepatan Pembangunan Pascabencana, Brigjen TNI Farid Makruf.

Wali Kota Palu Hidayat yang juga hadir pada rapat itu mengakui, saat ini masih ada persoalan lahan yang belum clear. Katanya, terdapat sekelompok masyarakat mengklaim kepemilikan lahan.

Brigjen Farid yang juga Danrem 132 Tadulako berharap agar kendala yang ada diharapkan dapat segera selesai ditangani oleh setiap pihak terkait.

“Kami bersama Polri akan siap mendukung dan membantu pemerintah setempat untuk melakukan pendekatan teritorial dan persuasif agar secepatnya permasalahan lahan bisa terselesaikan,” harap Dansatgas.

Danrem 132 Tadulako dan Wakapolda Sulteng pun menegaskan jika ada oknum TNI atau Polri yang terlibat persoalan lahan sehingga menghambat pembangunan, pihaknya akan menindak tegas oknum tersebut. Ia mensinyalir ada oknum TNI atau Polri yang diduga terlibat. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here