Home Indeks Dana Stimulan Rumah Rusak Tak Sekadar Disalurkan, Begini Proses dan Mekanismenya

Dana Stimulan Rumah Rusak Tak Sekadar Disalurkan, Begini Proses dan Mekanismenya

Tumpukan berkas warga untuk penyaluran dana stimulan rumah rusak, Sabtu (13/6/2020). (Foto: HO/Humas Pemkot Palu)

PALU, beritapalu | Penyaluran dana stimulan kepada warga yang rumahnya rusak akibat bencana 28 September 2018 lalu tidak semudah membalik telapak tangan.

Menurut Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Muhammad Issa Sanusi,  ada proses dan mekanisme yang harus dilalui agar tidak tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan.

Ia menjelaskan, pelaksanaan penyaluran dana stimulan tahap II ini dilaksanakan berdasarkan petunjuk teknis dengan panduan dari BNPB Pusat. Dalam proses administrasi warga, ada 14 berkas yang harus ditandatangani oleh warga sendiri dan sudah masuk dalam data 38.805 KK sebagai penerima stimulan tahap II.

“Proses penginputan kami memberikan tanggung jawab satu operator kecamatan itu 400 KK. Dalam proses percepatan 400 KK ini saya bagi dua kali dalam satu Minggu. Sehingga dalam satu Minggu saya membuka dua SK pembukaan rekening dan pencairan dana,” lanjutnya.

Dalam satu pekan tersebut, BPBD Kota Palu bisa mendapatkan data warga sebanyak 2.000 – 2.500 KK dengan dua kali SK pembukaan rekening dan pencairan dana.

Issa mengungkapkan setelah proses itu selesai semuanya, pihaknya akan melakukan verifikasi sebelum diserahkan ke Badan Keuangan Daerah kota Palu.

“Setelah selesai semuanya, baru kita lakukan yang namanya pembukaan SK surat untuk ditandatangani oleh pimpinan BPBD yang di permohonan surat untuk pencairan ke Wali kota Palu. Setelah itu Wali kota membuat surat keputusan yang dibuat oleh Bagian Hukum,” paparnya.

Setelah semua proses itu dilaksanakan, pihak Badan Keuangan Daerah menunggu buku rekening dari Bank Sulteng sebagai tempat dana stimulan.

“Dari sana kita sudah dapatkan buku rekening dan dari BPBD akan mengantarkan SP2D-nya dalam waktu satu hari. SP2D ini dibuat oleh keuangan daerah itu bisa sampai 400 – 500 KK dalam sehari,” jelasnya.

Dengan demikian, lanjut Issa proses penyaluran dana stimulan ini betul-betul ada mekanisme yang dilalui sesuai petunjuk teknis yang ada, sehingga membutuhkan waktu.

“Proses ini betul-betul ada mekanisme sesuai petunjuk teknis yang mengatur kami. Bukan hanya sekedar menyalurkan,” ucapnya.

Issa mengatakan sampai dengan saat ini realisasi pelaksanaan dana stimulan tahap II telah mencapai 55,75 persen atau sebanyak Rp. 306 miliar lebih dari total Rp. 789 miliar lebih.

Dari sekian persen tersebut ada sebanyak 19.235 unit rumah rusak yang telah cair dananya, dengan rincian 12.666 unit rusak ringan, 5.964 rusak sedang, dan 605 unit rusak berat.

Issa menyatakan pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya untuk percepatan penyaluran dana stimulan tahap II tersebut dengan konsekuensi terpaksa mengorbankan waktu bersama keluarga dan berlibur.

Seperti saat ini, mereka menjadikan akhir pekan sebagai waktu untuk tetap bekerja menyalurkan dana stimulan tahap II bagi para penyintas bencana.

“Kami biasanya Sabtu dan Minggu di waktu libur, kami tetap pakai kerja. Jam kerja saya tambah dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Jam 5 sore sampai jam 12 malam itu proses penginputan dan pembukaan SK untuk penyaluran dan pembukaan rekening bagi warga masing-masing,” ungkapnya, Sabtu (13/6/2020). (afd/*)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version