Ini Penampakan “Bendungan Misterius” yang Jadi Obyek Wisata Baru di Sigi

Sejumlah warga menikmati Bendungan Misterius di Desa Balane, Kecmatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (9/6/2020). (Foto: Basri Marzuki/bmzIMAGES)

SIGI, beritapalu | Tim Redaksi beritapalu.com tidak secara sengaja berkunjung ke obyek wisata ini  yang belakangan banyak dibicarakan warga. Saat itu, beritapalu.com bermaksud melihat-lihat bentangan alam dari ketinggian di Desa Balane, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Namun ketika menyusuri jalan masuk dari Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, lurus hingga menyeberang jembatan sepanjang lebih kurang 100 meter yang juga adalah pembatas wilayah Kelurahan Pengawu, Kota Palu dengan Desa Balane, Kabupaten Sigi, perjalanan terhenti karena sesuatu yang unik.

Uniknya karena di salah satu simpang tiga jalan yang berdebu dan berkerikil itu, sejumlah kendaraan, baik roda dua maupun roda empat terlihat terparkir dengan sebuah portal jalan melintang di atasnya, lengkap dengan sejumlah pemuda yang menjaganya.

“Ini seperti di tengah hutan, tapi kok banyak kendaraan? Ada apa di sana ya? Jangan-jangan ada sabung ayam,” tanya salah seorang anggota tim dari dalam kendaraan.

Tim lalu berhenti dan berusaha memastikan, gerangan apa di tempat itu sehingga demikian banyak orang, yang terlihat dari kendaraan yang terparkir.

“Ada di dalam? Banyak kendaraan parkir ini.” tanya salah seorang anggota tim yang paling penasaran dengan keadaan itu.

“Om belum tahu? Ini kendaraan pengunjung yang ke “Bendungan Misterius”,” jawab seorang pemuda yang duduk memegangi tali portal parkir di situ.

“Oh.. Iyakah, oh jadi disini tempatnya Bendungan Misterius itu..,” kata anggota tim tersebut dan tanpa banyak tanya lagi langsung kembali ke kendaraan dan mengabarkan kepada anggota tim lainnya.

Portal masuk menuju Bendungan Misterius. (Foto: Basri Marzuki/bmzIMAGES)

Perjalanan menuju puncak Desa Balane terpaksa terhenti di tempat itu. Nama Bendungan Misterius benar-benar membuat misterius. Semua anggota tim sepakat turun untuk melihat langsung penampakan Bendungan Misterius yang sedang “naik daun” itu.

Kendaraan memasuki portal dan berbelok ke tempat parkir, lalu menyusuri jalan masuk yang kiri-kanannya diwarnai dengan sederet penjual makanan tradisional, mulai dari ubi boreng, pisang goreng, hingga pengananan tradisional lainnya.

Dan… Waowww..!!! Sore menjelang petang itu terlihat masih ramai. Sejumlah pengunjung yang ternyata bukan hanya orang dari Kabupaten Sigi, tetapi juga dari luar Sigi tampak menikmati panorama air yang terjun dari tembok bendungan tersebut.

Jika dihitung, tak kurang dari 30-an orang pengunjung yang masih berada di tempat. Sebagiannya duduk-dudukan di tembok bendungan, sebagiannya lagi bermain air yang mengalir di bendungan tersebut. Pengunjung lainnya sibuk berswafoto.

Sambil menikmati Bendungan Misterius yang berlatar belakang belahan Gunung Gawalise itu, tim mencoba mencari tahu latar belakang dan aspek lainnya, terutama kenapa harus bernama Bendungan Misterius?

Pengunjung berswafoto di lokasi “Bendungan Misterius” (Foto: Basri Marzuki/bmzIMAGES)

“Tiba-tiba saja diberi nama begitu,” ujar Rafiq, salah seorang pemuda yang mengaku bermukim di wilayah itu.

Meski hanya merupakan pendapat pribadi, Rafiq mengaku, dulunya tempat itu sering digunakan sebagai tempat ritual untuk upacara-upacara adat, dan karena itu dijadikan sebagai tempat misterius.

“Tapi itu dulu, sekarang tidak ada lagi upacara-upacara begitu,” imbuhnya.

Abi, salah seorang pemuda di Desa Balane membantah nama “Bendungan Misterius” diambil karena tempat itu pernah digunakan sebagai lokasi upacara adat.

“Tidak benar itu. Ini hanya spontanitas warga memberi nama seperti itu, karena lokasinya memang terkesan menyimpan sebuah misteri,” ujarnya.

Misterius menurut Abi tidak bisa sepadankan dengan kata seram atau mistis. Kata itu lebih cocok kepada pengertian bahwa bendungan itu cukup misterius untuk menarik minat pengunjung.

Tapi terlepas dari soal nama lokasi obyek wisata baru itu, yang pasti para pemuda Desa Balane, terutama yang tergabung dalam kelompok Karang taruna Desa Balane sedikit bisa lega karena ada kesibukan baru bagi anak muda untuk menyalurkan kreatifitas positifnya.

“Semua yang terlibat di Bendungan Misterius ini adalah anggota pemuda Karang Taruna Desa Balane. Sejak dibukanya sekitar semingu setelah lebaran lalu, anak-anak muda Desa Balane kini memiliki aktivitas baru di tempat ini,” ujar Abi lagi.

Bosan di bawah, boleh naik ke atas “Bendungan Misterius”. (Foto: Basri Marzuki/bmzIMAGES)

Menurut Abi, ini adalah hal yang sangat positif, tidak hanya bagi para pemuda, tetapi juga desa.

Tak itu saja, sejak dibukanya lokasi wisata baru itu, sejumlah warga desa setempat, terutama ibu-ibu telah memanfaatkannya dengan membuka warung kecil-kecilan. Beragam yang dijualnya tak terkecuali makanan ringan tradisional.

“Ini belum lama jadi kondisinya masih seperti ini, fasilitasnya masih apa adanya saja,” tambah Abi lagi.

Ke depan katanya, Pemuda Karang Taruna akan mengusulkan ke pemerintah desa setempat untuk mengalokasikan dana desa melalui BUMDes untuk pengembangan obyek wisata itu.

“Kalau itu disetujui maka kita mungkin akan melakukan pembenahan, terutama fasilitas umum seperti kamar mandi, wc, dan sebagainya,” sebut Abi.

Sementara itu, memerhatikan lokasinya, Bendungan Misterius itu adalah daerah aliran sungai di Desa Balane. Bendungan itu adalah pengendali arus air yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum atau Balai Wilayah Sungai (koreksi jika salah) sejak beberapa tahun lalu. Bentuknya berundak-undak dan jika air mengalir di atasnya, bentuknya sangat indah.

Debit air yang mengalir di atas bendungan tu relatif tidak cukup besar, terlebih jika sedang kemarau seperti saat ini. Jika di hulu sungai hujan keras, dipastikan air yang mengalir akan sangat keruh karena membawa material dari lereng gunung yang dilewatinya.

Warga setempat berjualan pisang goreng di dekat Bendungan Misterius. (Foto: Basri Marzuki/bmzIMAGES)

Sebaliknya, jika di hulu tidak hujan, maka bening dan dinginnya air di bendungan itu sangat memikat untuk berbasah-basahan.

Sebelum selesai ditulis, jika ingin menuju Bendungan Misterius ini, ada dua opsi jalur yang bisa dilalui. Pertama lewat Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu melalui jalan masuk ke Perumahan Pengawu, lurus atau mengikuti jalan aspal hingga mendapati jembatan. Lebih kurang 100 meter dari jembatan tersebut akan ada persimpangan, Anda pilih ke kanan.

Opsi kedua melalui jalur Desa Porame, Kecamatan Marawola, lurus hingga melewati Permandian Porame, lalu menyeberang ke Desa Balane melalui bendungan. Sebelum terus ke Matantimali, Anda belok kanan ke arah sungai. Tiba di persimpangan tiga, Anda pilih kiri. Tibalah Anda di Bendungan Misterius. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here