Validasi Seluruh Rumah Rusak Penerima Dana Stimulan Tahap II Hampir Selesai

Validasi berkas rumah rusak penerima dana stimulan tahap kedua, Senin (1/6/2020). (Foto: HO/Humas Pemkot Palu)

PALU, beritapalu | Validasi seluruh rumah rusak hampir rampung dan dipastikan akan mendapatkan dana stimulan seperti yang dijanjikan pemerintah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Palu, Singgih B. Prasetyo mengungkapkan, progress validasi itu  sudah mencapai 95 persen dari 38.805 data rumah rusak penerima dana stimulan tahap II.

“Yang perlu diketahui, 95 persen validasi itu sudah selesai, sekitar 30 ribuan data. Sehingga satu bulan atau satu bulan setengah ke depan, kita tinggal pencairan,” kata Singgih, Senin (1/6/2020) malam.

Singgih meyakini penyaluran dana stimulan bagi yang sudah tervalidasi bisa selesai sesuai berakhirnya kontrak Tim Pendamping Percepatan Pembangunan Perumahan (TP4) pada pertengahan Juli 2020 mendatang.

“Sisanya akan kita pacu untuk bisa diselesaikan sampai 100 persen terhadap data yang tervalidasi,” lanjutnya.

Singgih menyebutkan, hingga Senin (1/6/2020), realisasi pelaksanaan dana stimulan tahap II telah mencapai 49,57 persen atau lebih dari Rp280 miliar dari total dana lebih dari Rp789 miliar.

Rinciannya yaitu rumah rusak ringan sebanyak 11.556 KK atau sekitar Rp115,5 miliar, rumah rusak sedang sebanyak 5.543 KK atau sekitar Rp138,5 miliar, dan rumah rusak berat sebanyak 537 KK atau sekitar Rp26,8 miliar.

Singgih mengaku, dalam proses penyaluran dana stimulan tahap II tersebut tak sedikit kendala yang dihadapi BPBD kota Palu maupun TP4 sebagai mitranya.

“Kendala yang dihadapi yaitu banyak bukti kepemilikan rumah warga yang bermasalah. Dalam artian ada yang belum sertifikat, ada yang masih atas nama orang tua, sehingga itu harus dibuatkan surat hibah semacam itu, dan itu prosesnya makan waktu karena harus ada saksi dan sebagainya. Di samping memang ada beberapa data kategori kerusakan yang harus disesuaikan dengan fakta di lapangan,” ungkap Singgih.

Sementara itu, koordinator TP4 Rusak Sedang dan Ringan kelurahan Talise, Agus Salim mengungkapkan, ada beberapa kendala yang ditemukan di lapangan yakni soal pemberkasan. Banyak berkas warga katanya, belum ada sertifikat dan kebanyakan mengandalkan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) yang ada di kelurahan.

“Kendala lain kami di Talise, saat kami mendata ternyata masih banyak warga yang berada di Huntara, sehingga ketika kami mendata rumahnya, yang bersangkutan tidak kami temukan,” lanjutnya.

Menurut Agus Salim, berbicara masalah di lapangan, pada dasarnya banyak sekali, namun sebagai tim fasilitator atau TP4 tetap berusaha melayani warga dengan baik.

“Terus kalau untuk menghadapi warga yang marah-marah itu sudah menjadi resiko kita. Tapi kita bersyukur sampai hari ini juga masih bisa melewati semua masalah tersebut. Semua tim masih bekerja dengan solid bahkan sampai malam pun kita masih bekerja,” tandasnya. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here