Masih Mengkaji, Pemkab Buol Tunda Penerapan Tatanan Normal Baru

Peta penyebaran COVID-19 di Kabupaten Buol. (Sumber: Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Buil)

BUOL, beritapalu | Pemerintah Kabupaten Buol menetapkan untuk menunda penerapan Tatanan Normal Baru (New Normal) seperti yang dianjurkan oleh pemerintah pusat.

Penundaan itu disampaikan Pemkab Buol melalui surat yang diteken Bupati Amiruddin Rauf dan ditujukan kepada Gubernur Sulawesi Tengah pada Jumat (29/5/2020) lalu.

Seperti diketahui, pemerintah menetapkan penerapan New Normal dalam penanganan COVID-19 di empat provinsi di Indonesia yang mencakup 25 kabupaten dan kota, salah satunya adalah Kabupaten Buol yang selama ini telah melakukan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB).

Beberapa alasan dikemukakan Bupati Buol dalam surat itu yang meminta penagguhan penerapan New Normal tersebut, antara lain masih tingginya kasus COVID-19 di wilayahnya.

Hingga 25 Mei 2020, kasus positif di Kabupaten Buol mencapai 53 kasus atau tertinggi di Sulteng. Selain itu jumlah ODP sebanyak 59 orang, OTG yang mencaoai 92,5 persen, termasuk masih ditemukannya penularan dengan transimisi lokal di hampir semua kecamatan di Buol.

Pemerintah Buol mengaku penerapan New Normal membutuhkan persyaratan ketat dan menjadi kewajiban Pemkab Buol untuk memenuhinya, seperti pengendalian penularan dan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.

Bupati menyatakan akan melakukan kajian kembali terhadap syarat itu dengan berpatokan pada PSBB yang telah dilakukan dan bahkan telah diperpanjang. Pemkab Buol akan membuka diri bagi penerapan New Normal jika tidak ditemukan lagi penularan COVID-19 di wilayahnya. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here