Lurah Duyu dan Satgas K5 Kunjungi Suami Istri yang Tinggal di Bekas Kandang Ayam

Pasangan suami istri Ateng dan Ati saat dikunjungi Lurah Duyu di pondoknya di Jalan Cemangi, Duyu, Palu, Minggu (31/5/2020) pagi. (Foto: HO/Humas Pemkot Palu)

PALU, beritapalu | Pemerintah Kelurahan Duyu dan Satgas K5 meninjau langsung pasangan suami istri yang dikabarkan tinggal di pondok bekas kandang ayam, Minggu (31/5/2020) pagi.

Pasangan suami istri bernama Ateng dan Ati ini tinggal di jalan Cemangi, Kelurahan Duyu ini menjadi perhatian karena selain tempat tinggalnya yang tidak lazim, juga karena kondisinya yang jauh dari kata “berkecukupan”.

Lurah Duyu Ahmad Fauzan saat melihat langsung mengungkapkan, Ateng berasal dari Desa Doda, Kkabupaten Sigi, namun sudah memiliki KTP dan berdomisili di Kelurahan Duyu sejak 2012 silam.

“Beliau sudah dua kali pindah tempat tinggal dengan status numpang di lahan orang sampai hari ini. Sebelumnya dia pernah tinggal di jalan Tagari Lonjo dan sekarang di jalan Cemangi lagi,” ujar Lurah Ahmad Fauzan.

Ateng diketahui sebagai penarik becak dan tidak pernah mengurus dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga maupun Surat Nikah.

Namun demikian, Lurah Duyu menyatakan setelah tinjauannya ini dirinya akan mencarikan solusi terbaik agar kehidupan pasangan suami istri itu menjadi lebih baik.

“InsyaAllah setelah ini kami coba konsultasi dulu dengan Dinas Sosial kota Palu. Karena beliau tidak bisa juga masuk basis data terpadu karena tidak memiliki rumah,” lanjutnya.

Lurah Duyu bersama Babinsa, Herman, dan Kasi Tramtib kelurahan Duyu, Yetwi memberikan bantuan pribadi kepada Ateng beserta istrinya. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here