Pemkab Sigi Apresiasi Program Bantuan CARE Indonesia

Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi, Muhammad Basir (kedua kiri) menandatanganan berita acara serah terima bantuan CARE Indonesia disaksikan Sulawesi Team Leader CARE Indonesia, Buttu Ma’dika di Kantor Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Sigi, Jumat (22/5/2020).. (Foto: CARE indonesia Sulawesi)

SIGI, beritapalu | Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah mengapresiasi bantuan CARE Indonesia yang masuk di Kabupaten Sigi.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi, Muhammad Basir saat penandatanganan berita acara serah terima bantuan CARE Indonesia untuk penanganan COVID-19 di wilayah Kabupaten Sigi di Kantro Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Jumat (22/5/2020).

Muh. Basir menyatakan, kehadiran CARE dan mitra-mitranya seperti PKPU dan KARSA telah dirasakan sejak gempa bumi dan likuifaksi pada 2018 lalu saat masyarakat mengalami kondisi sulit. Kehadiran CARE dan relawan penanggulangan bencana lainnya dirasakan sangat membantu warga.

“Dan sekarang, belum tuntas penanganan dampak gempa, datang lagi Corona. Dan sekarang memang kita harus membudayakan pola hidup yang  sehat, pola hidup yang bersih, sehingga bantuan yang diberikan CARE berupa fasilitas cuci tangan dan masker, ini memang sangat tepat,” kata Muh. Basir.

Muh. Basir mengimbau pemerintah desa dan masyarakat agar memanfaatkan dan merawat dengan baik fasilitas cuci tangan yang diberikan agar dapat digunakan dalam jangka lama, karena ini sudah menjadi aset desa.

Total bantuan yang diserahkan untuk wilayah Kabupaten Sigi terdiri dari 119 fasilitas Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), 119 botol sabun cuci tangan cair, 1.018 Masker Kain dan 4.012 lembar materi komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) tentang COVID-19 berupa Baliho, Poster dan Stiker.

Sulawesi Team Leader CARE Indonesia, Buttu Ma’dika, dalam sambutannya menyebutkan, selain tanggap darurat penanganan COVID-19, saat ini CARE Indonesia secara keseluruhan sedang menjalankan lima program di Sulawesi Tengah yang pada umumnya bertujuan untuk mendukung masyarakat dalam pemulihan ekonomi paska bencana gempa, tsunami dan likuifaksi yang terjadi pada September 2018. Bentuknya antara lain berupa pemberian modal usaha kepada kelompok-kelompok masyarakat seperti kelompok tani dan kelompuk usaha kecil dan menengah (UMKM).

Program-program tersebut termasuk diimplementasikan di wilayah Kabupaten Sigi bekerjasama dengan mitra dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yaitu KARSA Institute, Dompet Dhuafa dan Yayasan Pena Bulu. Jumlah desa yang diintervensi saat ini sebanyak 9 desa yaitu Lolu, Rogo, Langaleso, Mpanau, Balaroa Pewunu, Namo, Lonca, Bolapapu dan Matauwe.

Selain program-program pemulihan ekonomi, CARE dan mitra juga memfasilitasi proses-proses pengurangan risiko bencana.

Saat ini CARE juga sedang mendorong dan memfasilitasi penguatan jaringan LSM untuk upaya penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana di wilayah Sulawesi dan sekitarnya.

“Kami menyebutkan Jaringan Pengurangan Risiko Bencana Wallacea (JAPRI WALLACEA). Saat ini memang baru empat lembaga yang berkomitmen melalui MoU untuk membangun jejaring ini, yaitu KARSA, ROA, Pena Bulu dan Sikola Mombine. Tapi, ke depan kami mengharapkan keempat lembaga ini dapat menjadi pionir dalam membangun jejaring yang lebih luas untuk upaya-upaya PRB di kawasan Sulawesi dan sekitarnya, karena kita tahu bersama wilayah ini memiliki risiko bencana yang tinggi,” jelas Buttu Ma’dika. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here