Omzet Pedagang Kulit Ketupat Musiman Turun Tajam

Sejumlah pedagang musiman menunggu pembeli kulit ketupat di emperan toko di Komplek Pasar Manonda, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (23/5/2020). (Foto: Basri Marzuki/bmzIMAGES)

PALU, beritapalu | Para pedagang musiman yang menjual kulit ketupat di sekitar Pasar Manonda Palu mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan menjelang lebaran Idul Fitri 1441 H kali ini.

Pasalnya, jumlah pembeli tidak sebanyak tahun sebelumnya. Bahkan kata pedagang musiman itu, dua hari sebelum hari lebaran, pembeli sudah mencari kulit ketupat untuk persiapan lebaran.

“Tapi kali ini sangat sepi. Ada, tapi tidak sebanyak tahun lalu,” aku Ira, salah seorang pedagang kulit ketupat musiman yang membuka lapak di salah satu emperan toko di komplek Pasar Manonda, palu, Sabtu (23/5/2020).

Tak ayal lagi, omzet penjualan pun turun drastis.

Di banding tahun sebelumnya, Ira mengaku bisa meraup omzet hingga satu juta rupiah, namun tahun ini, setengahnya saja tidak.

“Mungkin iIni karena virus corona. Banyak pembeli yang takut keluar rumah, juga larangan mudik,” sebutnya.

Biasanya katanya, orang membuat ketupat untuk merayakan lebaran di kampung halaman.

“Tapi sekarang banyak orang yang tidak pulang kampung karena ada larangan. Jadi untuk apa bikin ketupat banyak kalau tidak ada yang datang makan,” jelasnya.

Namun Ira mengaku tidak kecewa dengan penurunan omzet itu. Ia meyakini, rezeki sudah ada yang mengaturnya.

“Virus ini juga kan ada yang atur, jadi kita terima saja,” ujarnya.

Lazim adanya, setiap menjelang lebaran, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, ratusan pedagang musiman memenuhi emperan toko-toko di sekitar pasar tradisional terbesar di Palu itu.

Para pedagang musiman itu umumnya berasal dari sekitar kaki Gunung Gawalise seperti Marawola, Porame, Sibedi, Beka dan beberapa desa lainnya. Dua hari menjelang lebaran, mereka sudah membuka lapaknya.

Kerap kali mereka membawa anggota keluarganya saat berdagang aneka bahan untuk kebutuhan lebaran mulai dari kulit ketupat, baik berbahan daun pandan maupun daun kelapa, daun pisang, hingga bumbu-bumbu pelengkap dapur. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here