Kondisi Memburuk, Seorang OTG Dirujuk ke RSUD Anutapura

Pengendara sepeda motor melintas di depan Asrama Haji yang dijadikan Pondok Perawatan Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (9/5/2020). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Seorang pasien berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) COVID-19 dirujuk ke RSUD Anutapura Palu untuk menjalani perawatan intensif karena kondisinya memburuk, Selasa (12/5/2020).

Menurut Ketua Tim Surveilance Kota Palu dr. Rochmat Jasin, hasil Swab Test kepada pasien OTG tersebut menunjukkan positif COVID-19 dan sebelumnya dirawat di Pondok perawatan Asama Haji Palu selama 14 hari.

“Namun dikarenakan kondisinya mulai memburuk, kita rujuk ke RSUD Anutapura Palu,” ungkap dr Rochmat Jasin saat konferensi pers Update Data COVID-19 Kota Palu, Selasa (12/5/2020).

Diungkapkan, hasil uji Swab pertama pasien tersebut adalah negatif, namun setelah dilakukan uji Swab kedua, hasilnya adalah positif COVID-19.

Dengan hasil Swab positif tersebut, maka Tim Surveillance Kota Palu mencatat adanya penambahan satu kasus baru terkonfirmasi positif, sehingga total kasus positif COVID-19 di Kota Palu menjadi 17 kasus, terdiri dari 13 dirawat, dua sembuh, dan dua meninggal dunia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr. Husaema mengatakan, inilah salah satu hikmah adanya Pondok Perawatan OTG dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) Kota Palu. Jauh sebelum pasien tersebut dinyatakan terkonfirmasi positif, sudah dirawat di Pondok Perawatan OTG dan ODP di Asrama Haji Palu.

“Artinya masih dalam status OTG yang mana dia belum banyak berinteraksi dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat lainnya, dia sudah masuk dalam Pondok Perawatan. Sehingga tidak sempat menularkan kepada orang lain. Seperti inilah maksud diadakannya Pondok Perawatan,” jelasnya.

Kadinkes menyatakan Tim Surveillance Kota Palu sudah melakukan tracking atau pelacakan sejak dini sebelum orang yang dinyatakan positif  tersebut masuk ke Pondok Perawatan.

“Jadi orang-orang di sekitarnya baik istrinya, anak-anaknya, maupun orang di sekelilingnya kita sudah tracking memang sebelum yang bersangkutan masuk ke Pondok Perawatan. Sehingga tracking orang yang baru dinyatakan positif ini, semua keluarganya hasil rapid testnya non-reaktif,” jelasnya. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here