13.682 Debitur Ajukan Permohonan Keringanan Kredit ke Perusahaan Leasing

Petugas menerima laporan pengaduan massalah keuangan di kantor OJK Sulteng, Senin (16/12/2019). (Foto:bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Hingga 29 April 2020, sedikitnya 13.682 debitur di Sulawesi Tengah telah mengajukan permohonan restrukturisasi atau keringanan kredit kepada perusahaan leasing senilai Rp550,21 miliar.

Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah dalam rilisnya, Kamis (30/4/2020) menyebutkan, jumlah sebanyak itu meningkat cukup signifikan dari sebelumnya.

“Dari seluruh permohonan tersebut, telah disetujui 8.742 debitur dengan nilai Rp303,82 miliar, sedangkan dalam proses analisis mencapai 4.788 debitur dengan nilai Rp239,38 miliar. Adapun permohonan yang ditolak karena tidak memenuhi kriteria sebanyak 152 debitur dengan nilai Rp7,04 miliar,” kata Kepala OJK Sulteng, Gamal Abdul Kahar.

Gamal Abdul Kahar menyebutkan, jumlah permohonan restrukturisasi akan terus mengalami peningkatan mengingat OJK telah meminta perusahaan leasing agar proaktif mendata debitur yang terdampak COVID-19 melalui optimalisasi sarana teknologi komunikasi untuk memudahkan debitur.

“Perusahaan Leasing akan melakukan asesmen/survey terlebih dahulu terhadap kondisi debitur untuk memperoleh konfirmasi dan verifikasi terkait kelayakan debitur diberikan kebijakan restrukturisasi,” sebutnya.

Ia menegaskan, dinamika perkembangan di masyarakat khususnya mengenai permohonan penundaan keseluruhan kewajiban pokok dan bunga selama beberapa bulan untuk seluruh debitur harus disikapi dengan penuh kehati-hatian dan bijaksana.

“Harus kita ketahui, sumber pendanaan perusahaan leasing berasal dari pinjaman bank dan penerbitan surat utang. Oleh karena itu, kebijakan penundaan seluruh kewajiban pokok dan bunga terhadap seluruh debitur dapat menyebabkan perusahaan leasing menjadi gagal bayar (default) sehingga dapat menimbulkan permasalahan sistem keuangan yang tidak diinginkan,” jelas Gamal.

Namun demikian kata Gamal lagi, tidak menutup kemungkinan perusahaan leasing dapat memberikan kebijakan tersebut dengan catatan dilakukan secara sangat selektif kepada debitur dengan kriteria tertentu.

Kantor OJK Sulawesi Tengah katanya saat ini secara intensif melakukan komunikasi dengan Lembaga Jasa Keuangan dan asosiasi terkait agar lebih mempermudah pemberian restrukturisasi/keringanan bagi debitur yang usahanya dan/atau sumber pendapatannya benar-benar terdampak COVID-19.

OJK memandang dalam kondisi penurunan perekonomian seperti saat ini, sektor UMKM harus didukung melalui kebijakan stimulus perekonomian dari pemangku kepentingan terkait agar dapat bangkit secepatnya setelah wabah COVID-10 berakhir.

“OJK senantiasa berkomitmen mengawasi implementasi kebijakan restrukturisasi di lapangan untuk mencegah adanya moral hazard yang dapat merugikan para pihak. Mari berdoa agar wabah COVID-19 segera berakhir dan kehidupan kembali normal seperti sedia kala”, kata Gamal. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here