Terseret Arus di Sungai Miu Desa Tuva, Hengky Ditemukan di Desa Bulubete

Jenazah Hengky saat dievakuasi tim rescue yang mengenakan APD lengkap, Selasa (28/4/2020). (Foto: Humas sBasarnas Palu)

SIGI, beritapalu | Hengy (30 tahun) yang dilaporkan hilang terseret air ketika berusaha menyeberang di Sungai Miu, Desa Tuva, Kabupaten Sigi, pada Minggu (26/4/2020), akhirnya ditemukan warga dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Hengky ditemukan pada Selasa (28/4/2020) sekitar pukul 07.00 Wita oleh seorang warga yang hendak pergi mengambil sapi di Desa Bulubbete. Lokasi penemuan jasad Hengky berada beberapa kilometer dari lokasi sungai Miu ketika terseret air.

Kepala Basarnas Palu, Basrano membenarkan penemuan jasad Hengky itu. Menurut Basrano, kabar ditemukannya korban diterima sekitar pukul 11.30 Wita dan tim rescue tiba di lokasi penemuan sekitar pukul 11.50 Wita.

Setelah tiba di lokasi, tim rescue langsung melakukan evakuasi jenazah korban. Kali ini evakuassi dilakukan oleh tim rescue dengan mengenakan pakaian Hazmat atau alat pelindung diri (APD)  sebagaimana dikenakan tim medis di rumah sakit.

Atas hal itu, Basrano mengatakan, penggunaan Hazmat itu sesuai dengan SOP operasi SAR selama masa COVID-19, yakni tim rescue menggunakan APD lengkap untuk menghindari kontak secara langsung dengan korban.

Ia mengatakan, tim SAR yang bertugas cukup rentan tertular COVID-19 dan harus dipastikan bahwa penularan tersebut dapat dicegah sehingga tidak membahayakan keselamatan anggota tim maupun orang-orang di sekitar.

Sebelumnya diberitakan, pada Minggu (26/4/2020) lalu dilaporkan bahwa Hengky terseret arus ketika hendak ke kebun saat menyebrang di Sungai Miu, Desa Tuva, Sigi. Beberapa menit kemudian, warga menemukan baju korban tersangkut di jembatan gantung Tuva.

Tim rescue segera diturunkan untuk melakukan pencarian hingga akhirnya ditemukan warga di sungai Desa Bulubete dua hari kemudian, yakni Selasa (28/4/2020). (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here