Hunian Tetap Dibangun Cukup dengan Dokumen UPL/UKL

Bank Dunia, Tak Mau Biayai Pembangunan yang Mensyaratkan Dokumen Amdal

Ferdinan Kana’lo

PALU, beritapalu | Bank Dunia sangat selektif untuk mengucurkan dana pembangunan di suatu negara. Usulan pembangunan ynag mensyaratkan dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dipastikan tidak ada dibiayainya.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW)  Sulteng, Ferdinan Kana’lo, Selasa (28/4/2020).

Ia menjelaskan hal itu terkait proses Rehab dan Rekon terutama pembangunan hunian tetap (Huntap) di Kota Palu yang akan dibiayai oleh Bank Dunia.

“Intinya,  yang namanya pinjaman dari pihak manapun itu tidak mau membiayai kegiatan  yang membutuhkan dokumen Amdal, karena kalau sudah bicara Amdal maka efeknya terhadap lingkungan sangat besar,” tegas Ferdinan Kana’lo.

Makanya tambah Ferdinan, setelah Amdal atau dibawah level Amdal ada namanya UPL/UKL.  Inilah yang digunakan oleh Pemkot Palu dalam pembangunan Huntap yang direncanakan di Talise Palu.

Memang Menurut Ferdinan, dalam rangka kebencanaan tanggap darurat ada aturan tentang itu tapi ada penyaringan dan kewenangan itu  berada pada walikota/bupati sebagai kepala daerah setempat

“Untuk Kota Palu saat ini telah disusu UPL/UKL nya,  dan sesuai surat dari menteri yang  menerangkan bahwa walikota dapat menetukan hal itu, sehingga dibuatlah penandatanganan berita acara yang menegaskan bahwa pelaksaan kegiatan itu cukup dengan menggunakan UPL/UKL,”  jelasnya.

Hunian tetap yang dibangun oleh Yayasan Budha Tzu Chi di Kelurahan Tondo, Palu, Sabtu (12/10/2019). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Ia mengajak semua pihak untuk membuka wawasan tentang makna daripada Amdal itu yang tak lain bertujuan untuk menjaga Lingkungan.

“Pertanyaannya terkait pembangunan Huntap di lokasi tandus, seperti Talise dan Tondo itu, lingkungan mananya yang dirusak? Disana tidak ada hutan yang kita bongkar, ini bukan membangun perusahaan tambang, reaktor nuklir, dan sebagainya,” ujarnya.

Justru kata Ferdinan, dengan adanya Kawasan Huntap itu pihaknya akan membangunkan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain itu di setiap unit rumah akan ada pohon penghijauan.

“ini berarti, kita memperbaiki alam bukan merusak alam,” tegasnya. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here