dr Reny Lamadjido: Waspadai OTG yang Banyak Berkeliaran

Kadis Kesehatan Prov. Sulteng yang juga Wasek Gugus Tugas COVID-19 Sulteng, dr Reny A. Lamadjido.

PALU, beritapalu | Kepala Dinas Kesehatan Provisi Sulawesi Tengah yang juga Wakil Sekretaris Gugus Tugas COVID-19 Sulteng dr Reny A. Lamadjido mengingatkan seluruh warga untuk mewaspadai Orang Tanpa Gejala (OTG) yang banyak berkeliaran.

OTG ini jelas dr Reny lagi adalah orang yang pernah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi virus corona dan atau pernah ke negara atau daerah yang terpapar.

Potensi penularan melalui OTG menurut dr Reny cukup besar karena yang bersangkutan tidak menyadari kalau dirinya membawa virus dan tidak memperlihatkan gejala-gejala bahwa virus itu ada dalam tubuhnya.

OTG kata dr Reny memiliki daya tahan tubuh yang baik sehingga gejalanya tidak tampak. Namun ketika OTG berinteraksi dengan orang lain yang daya tahan tubuhnya lemah, maka orang lain itu yang akan terpapar.

“Menurut penelitian, hampir 60 sampai 70 persen OTG ini berada di masyarakat. Ini harus diwaspadai,” kata dr Reny mengingatkan.

Makanya lanjutnya, orang yang masuk OTG itu harus pula dilakukan surveilance untuk memperpendek atau memutus mata rantai penyebaran virusnya.

Berbeda dengan OTG, ODP atau Orang Dalam Pemantauan adalah memiliki gejala seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan.

“Kalau ODP bisa dilakukan isolasi mandiri tetapi harus diawasi oleh Puskesmas sesuai dengan protokol kesehatan kemudian harus rapid test dan juga swab test. Ketika hasil tesnya positif, maka harus diisolasi,” jelasnya.

Lain lagi dengan PDP, adalah orang sudah bergejala dengan gangguan pernafasan berat, ada demam, batuk, ada gambara thorak sebagai pneumonia, maka menurutnya harus diisolasi dan dirawat di rumah sakit.

Ia menyarankan yang terbaik adalah pencegahan , cuci tangan pakai sabun di air mengalir minimal selama 20 detik, menghindari menyentuh hidung, mata dan mulut, menjaga jarak minimal dua meter, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, ganti baju dan mandi sepulang dari luar rumah.

“Yang terpenting adalah tinggal di rumah, tidak usah keluar kalau tidak penting atau emergency, karena OTG ketika keluar dan bertemu dengan orang lain maka akan potensi penularannya sangat besar,” kata dr Reny.

Ia juga berharap kepada seluruh masyarakat agar tidak menolak jika dilakukan tracking atau tracing oleh petugas kesehatan, karena itu bertujuan untuk memperpendek dan memutus mata rantai penyebaran virus corona tersebut.

“Kalau menolak, yakin saja ini akan memperlambat penghentian penyebaran kasus ini,” sebutnya.

dr Reny mengatakan, tenaga kesehatan yang ada jumlahnya terbatas. Para tenaga kesehatan itu mengabdi dengan tulus. “Kami tenaga kesehatan menyayangi bapak dan ibu semua, maka itu, sayangi juga kami dengan tinggal di rumah,” pinta dr Reny. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here