Gubernur Sulteng Bereaksi, Minta TKA Segera Dipulangkan ke Sultra

Gubernur Sulteng, Longki Djanggola pada suatu kesempatan di Palu, Jumat (28/10/20160). (Foto: bmzIMAEGS/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Gubernur Sulteng Longki Djanggola langsung bereaksi terkait adanya informasi tentang masuknya 10 Tenaga Kerja Asing (TKA) dari Kendari ke Morowali Utara dan sempat ditahan di Posko Pengawasan COVID-19 di wilayah perbatasan Desa Buleleng Kecamatan Bungku Pesisir, Jumat (17/4/2020).

Gubernur menegaskan untuk memperketat pengawasan terhadap orang asing sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona di Sulawesi Tengah.

Hal ini sebelumnya sudah ditegaskan dalam instruksi Gubernur Sulteng kepada bupati/walikota se-Sulteng nomor: 443/157/BPBD. Dipertegas lagi dengan Surat Edaran Menaker RI, No: M/4/HK.04/IV/2020 Tentang pelayanan penggunaan tenaga kerja asing dalam upaya pencegahan masuknya virus corona.

Gubernur langsung memerintahkan Pelaksana tugas (Plt) Kadis ESDM Sulteng, B. Elim Somba kepada Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI), perusahaan yang melakukan pengiriman 10 TKA di Kendari. Diketahui 10 TKA tersebut akan dikirim ke PT. Gunbuster Nickel Industri (GNI) di Morut untuk memperbaiki smelter salah satu grup perusahaan Virtue Dragon Nickel Industri Kendari, Sulawesi Tenggara.

Melalui Kepala Biro Humas dan Protokol selaku juru bicara Pemprov Sulteng, Moh. Haris Kariming,  Gubernur menegaskan kepala Plt Kadis ESDM menyampaikan kepada pihak VDNI dan PT. GNI, sebelum mengirim TKA terlebih dahulu mengirim surat pemberitahuan serta berkoordinasi dengan Pemda. Selanjutnya Pemda akan meminta pihak Imigrasi, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja provinsi dan kabupaten yang dituju untuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan.

‘’Gubernur berharap perusahaan sebelum mengirimkan TKA-nya ke wilayah Sulteng harus bersurat terlebih dahulu kepada Pemprov dan pemda kabupaten selanjutnya dinas tenaga kerja provinsi dan kabupaten, imigrasi dan dinas kesehatan akan melakukan pemeriksaan dan pemantauan,’’ jelas Haris Kariming.

Dengan begitu lanjutnya, keberadaan TKA tersebut benar-benar terkontrol baik keberadaan, aktivitas maupun kondisi kesehatannya. Meskipun melakukan aktivitas di kawasan perusahaan namun tetap dalam pengawasan pihak pemerintah. Karena dengan melaporkan TKA-nya pihak yang dikoordinasikan akan melakukan pemeriksaan baik secara administrasi maupun kesehatan fisik TKA tersebut.

Tidak hanya itu lanjut Haris Kariming, Gubernur juga telah menginstruksikan kepada Plt Kadis ESDM agar VDNI dan PT. GNI secepatnya memulangkan TKA tersebut ke Base camp VDNI di Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara.

Hasil koordinasi Plt Kadis ESDM dengan Virtue Dragon Kendari didaptkan, 10 TKA tersebut telah lama tinggal di Kendari. Kepentingan ke Morut karena adanya kerusakan smelter yang dibangun Virtue Dragon Kendari dan hanya mereka teknisi yang bisa memperbaiki smelter tersebut. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here