Dampak COVID-19 di Sulteng, 9.114 Karyawan Dirumahkan, 136 di PHK

Pekerja merampungkan pembuatan kursi di salah satu industri mebel rotan di Palu, Rabu (8/4/2020). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Virus corona terus menggerogoti sektor-sektor ekonomi. Dampaknya juga kini makin dirasakan di sektor ketenagakerjaan, tak terkecuali di Sulawesi Tengah.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah merilis, sejak virus asal Wuhan China itu merebak sampai ke Sulawesi Tengah, hingga pekan kedua April 2020 ini sedikitnya 9.114 karyawan berbagai perusahaan telah dirumahkan. Tak itu saja, 136 orang karyawan lainnya terpaksa di PHK.

Karyawan yang paling banyak dirumahkan berada di Kota Palu, yakni mencapai jumlah lebih dari setengah total karyawan yang dirumahkan atau sebanyak 5.592 orang. Disusul Kabupaten Sigi sebanyak 901 orang, Kabupaten Donggala 647 orang, lalu Parigi Moutong sebanyak 462 orang.

Sedangkan karyawan yang di PHK sejak pandemi COVID-19 ini di Sulawesi Tengah tercatat terbanyak di Kota Palu yakni 64 orang, menyusul Morowali 63 orang, Donggala empat orang, Banggai 4 orang, dan Sigi dua orang.

Disnaker Sulteng juga mencatat, perusahaan-perusahaan yang terpaksa merumahkan dan mem-PHK karyawannya itu mencakup 2.152 perusahaan di luar 6.962 yang beskala Usaha Menengah dan Kecil Mikro (UMKM) se Sulawesi Tengah.

Sektor Pariwisata disebutsebut sebagai sektor yang paling terpukul. Bahkan jauh hari sebelum wabah ini benar-benar merangsek masuk ke Sulteng, sektor ini telah mulai mengambil langkah-langkah antisipasi dengan merumahkan karyawannya.

Itu juga dibenarkan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Tengah, Fery Taula. Kata Fery beberapa waktu sebelumnya, hampir seluruh hotel saat ini tutup, kecuali hotel yang punya ikatan kontrak sebelumnya.

Karyawan sebagiannya terpaksa dirumahkan karena cash flow yang ada tidak cukup untuk menutupi biaya operasional termasuk gaji untuk menjalankan hotel. Sebagiannya lagi kata Fery tetap bekerja namun dengan gaji 50 persen saja yang dibayarkan.

“Mereka dirumahkan, dengan catatan, ketika situasi normal kembali maka mereka akan dipanggil kembali bekerja,” ujarnya beberapa waktu lalu. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here