Sektor Perhotelan “Tersungkur”, Okupansi Maksimal 10 Persen

Fery Taula

PALU, beritapalu | Pandemi COVID-19 tidak hanya menebar ketakutan, tetapi juga meluluhlantakkan sendi-sendi ekonomi, salah saatunya di sektor perhotelan.

Di Sulawesi Tengah, sejak pandemi ini menyeruak ditandai dengan penetapan status positif kepada sejumlah warga, sektor perhotelan langsung “tersungkur,”.

Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sulawesi Tenag, Fery Taula, sejak awal Maret 2020, okupansi atau tingkat hunian hotel-hotel secara umum di Sulteng anjlok hingga maksimal di angka 10 persen.

“Ada hotel bintang yang tetap buka dan tingkat huniannya 30 persen, tapi itu karena kontrak dengan airline. Tapi ini anomali saja,” sebut Fery.

Tidak ada pilihan lain kata Fery selain merumahkan karyawan karena tidak tersedia cash flow untuk membiayai operasi perusahaan teramsuk gaji karyawan.

Ia mencatat, hingga Senin (6/4/2020) ini, setidaknya 286 karyawan hotel di Kota Palu telah dirumahkan, dan sedikitnya 251 karyawan hotel di Luwuk dan Tojo Unauna-Ampana yang juga bernasib sama.

“Ada sekitar 220 karyawan yang tetap bekerja, tapi hanya digaji 50 persen,” ungkap pemilik Kampung Nelayan Hotel & Resto ini. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here