Hasil Lab, Pasien PDP yang Meninggal di RSUD Anutapura Positif COVID-19

A janitor cleans the treatment room at the Anutapura Regional General Hospital in Palu, Central Sulawesi, Indonesia on March 18, 2020. (Photo by bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Laboratorium Kemenkes di Makassar merilis, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal saat diisolasi di RSUD Anutapura belum lama ini dikonfirmasi positf terjangkit COVID-19.

Konfirmasi itu dinyatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr. Huzaema saat dihubungi, Jumat (3/4/2020).

“Hasil lab-nya positif dan sebenarnya hasil laboratorium di Makassar itu sudah keluar sejak dua hari lalu, namun karena tidak ada penerbangan dalam dua hari kemarin, makanya tertunda pengirirmannya dan baru tiba. Hasilnya positif,” tandas dr. Huzaema.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang PDP yang dirawat di RSUD Anutapura meninggal dunia pada Senin (30/3/2020). Almarhum langsung dimakamkan pada pagi harinya di pekuburan Desa Beka, Marawola, Kabupaten Sigi.

Pada saat pasien tersebut meninggal, belum dipastikan apakah almarhum positif COVID-19 atau tidak karena spesimen dahaknya baru dikirim pihak rumah sakit.

dr. Huzaema mengatakan, dengan konfirmasi positif itu maka akan dilakukan tracking kepada siapa-siapa saja yang pernah melakukan ontak dekat dengan almarhum. Tracking itu akan melibatkan tim surveylands, kepolisian, TNI, Satgas K5 untuk melacak orang-orang yang pernah berkontak dengan almarhum dalam beberapa hari sebelum almarhum meninggal.

Ia mengungkapkan, dari rekaman perjalanannya diketahui almarhum pernah ke Jakarta dalam sebuah pertemuan besar yang dihadiri banyak orang termasuk WNA. Kemudian saat pulang ke Palu langsung di rawat dan berstatus PDP karena hasil Rapid Test menunjukkan positif.

“Tapi Rapid Test-kan belum tentu positif, makanya dites Swab lagi dan hasilnya sesuai pengujian lab Makassar menunjukkan positif,” urai dr Huzaema.

Dikemukakan, dengan status positif tersebut, mereka yang melakukan kontak dekat, terutama keluarga dekat akan dilakukan Rapid Test. Mudah-mudahan katanya hasil rapid test kepada orang-orang yang berkontak itu negatif.

“Tapi kalau ada di antara yang berkontak dengan almarhum itu menunjukkan positif, maka harus segera dirawat dan dilakukan Swab Test,” imbuh dr Huzaema.

Ia mengimbau agar tidak perlu panik dengan kondisi yang ada sekarang, yang penting adalah menjaga daya tahan tubuh agar selalu baik, menjaga jarak sosial, menghindari kerumunan atau orang ramai, menerapkan pola hidup sehat, dan juga membersihkan benda-benda yang berpotensi menjadi droplet penularan dengan menyemprot disinfektan. (afd)

BACA JUGA : Satu Pasien Dalam Pengawasan di RSUD Anutapura Meninggal Dunia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here