Cegah Penyebaran COVID-19, Rutan Maesa Palu Keluarkan 47 Tahanan

Sejumlah warga binaan sujud syukur setelah keluar dari Rutan Maesa Palu, Kamis (2/4/2020). Mereka dibebaskan bersyarat untuk mengikuti asimilasi dan integrasi dengan keluarga di rumah guna mencegah penyebaran COVID-19. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II-A Maesa Palu mengeluarkan 47 orang tahanan untuk diasimilasi dan integrasi keluarga di rumah untuk mencegah penularan virus corona.

Pengeluaran itu lebih cepat dari masa hukuman yang seharusnya dijalani oleh warga binaan tersebut.

Kepala Rutan Kelas II-A Maesa Palu, Yansen dalam keterangannya di sela-sela pengeuaran tahanan itu mengatakan, pada hari pertama (Rabu, 1/4/2020), jumlah yang sudah dibebaskan sebanyak 13 orang. Pada hari kedua (Kamis, 2/4/2020), tahanan yang dikeluarkan sebanyak 34 orang.

“Jadi hingga hari kedua ini sudah 47 orang yang dikeluarkan,” sebut Yansen.

Pengeluaran bersyarat itu akan berlangsung hingga 7 April 2020 mendatang sesuai dengan yang ditetapkan oleh Kemenkum dan HAM. Yansen memperkirakan, hingga 7 April mendatang kemungkinan akan ada 130 orang secara keseluruhan warga binaan yang akan dikeluarkan bersyarat seperti itu.

Menurut Yansen, pengeluaran itu tidak berarti sudah bebas sesungguhnya, melainkan diasimilasi dan diintegrasikan dengan keluarga di rumah. Mereka akan tetap di awasi hingga nantinya betul-betul terbit Surat Pembebasannya.

“Ini sesuai dengan Keputusan dan Permen Kemenkum dan HAM RI Nomor 10/2020 bahwa dalam rangka meminimalisir penyebaran COVID-19 di lingkungan Rutan atau Lapas, maka mereka yang dipersyaratkan akan dikeluarkan untuk diasimilasi dan diintegrasikan di rumah masing-masing,” jelas Yansen.

Syarat yang harus dipenuhi agar seorang warga binaan dapat mengikuti asimiliasi dan integrasi dengan keluarga di rumah itu antara lain telah menjalani lebih dari 2/3 masa hukuman sampai dengan 31 Desember 2020.

Pengeluaran bersyarat itu tidak termasuk warga binaan yang terkait dengan kasus korupsi, terorisme, dan bandar narkoba.

Sementara itu, sejumlah warga binaan yang dikeluarkan bersyarat itu tidak bsia menyembunyikan kegembiraannya. Mereka sujud syukur setelah keluar dari Rutan Maesa. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here