Karsa Institute: Karantina Wilayah Harus Tetap Beri Ruang Kepada Petani

Direktur Operasional Karsa Institute, Syaiful Taslim. (Foto: Karsa Institute)

PALU, beritapalu | Pemberlakuan lockdown (karantina wilayah) untuk mencegah meluasnya penyebaran Pandemi COVID-19 di wilayah pedesaan  hendaknya dilakukan dengan  tetap memberi ruang bagi petani untuk bekerja dan berusaha  menafkahi diri dan keluarganya  sekaligus menjamin ketersediaan dan keamanan pangan bagi masyarakat.

“Bagaimana agar  warga desa tidak terpapar virus Corona, tapi  juga tidak terancam kelaparan karena krisis pangan akibat para petani tidak bisa turun ke sawah,” kata Direktur Operasional Karsa Institute, Syaiful Taslim dalam rilisnya yang dsampaikan ke redaksi beritapalu.com, Rabu (1/4/2020). Statement itu sebagai tanggapan atasa adanya pemberitaan sejumlah desa di Kabupaten Sigi yang  mulai memberlakuan karantina wilayah di desanya.

Seperti diketahui beberapa desa di Kabupaten Sigi seperti  Toro dan  Tangkulowi di Kecamatan Kulawi  beberapa waktu lalu telah melakukan lockdown  dengan  membatasi keluar masuknya warga   ke desa mereka.

Sejumlah desa melakukan lockdown dengan  membentuk Gugus Tugas/Relawan Desa Covid-19 menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Sigi  No 443/2875/DPMD tanggal 30 Maret 2020 yang merujuk pada Surat Edaran Kemendes No. 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa.

Menurut Syaiful,  pemberian kesempatan berusaha itu perlu dibarengi dengan kebijakan untuk  memberikan  insentif dan subsidi kepada petani, agar mereka tetap dapat bekerja  dan berproduksi untuk menjamin ketersediaan dan keamanan pangan dan pengendalian harga barang kebutuhan pokok di daerah.

Ia menjelaskan, paling tidak ada dua alasan  mengapa para petani perlu diberi insentif dalam berproduksi. Pertama memenuhi rasa keadilan bahwa para petanilah yang bekerja untuk menyediakan bahan makanan bagi masyarakat.  Kedua,  kelompok  petanilah yang  relatif paling rentan dan kurang berdaya  dalam menghadapi ancaman merebaknya virus Corona.

Syaiful mengatakan  subsidi yang diberikan kepada petani itu selain  berbentuk  penyediaan sarana prasarana pertanian seperti bibit, pupuk, insektisida juga berupa  jaminan pemasaran dan pendistribusian hasil-hasil pertanian yang mereka hasilkan.

“Kan subsidi bagi petani bisa diberikan Pemerintah Desa melalui  realokasi anggaran di kabupaten yang sudah disetujui Pemerintah untuk direalokasikan untuk memerangi Covid-19  sekaligus untuk menjamin ketersediaan pangan bagi rakyat,” sebut Syaiful. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here