Ini Klarifikasi 1 Orang PDP Positif COVID-19 Asal Palu yang Dirawat di RS Labuan Baji Makassar

A medical officer prepares a logistical isolation room for patients under surveillance (PDP) at Undata Hospital, Palu, Central Sulawesi, Indonesia on March 15, 2020. (Photo by Basri Marzuki/bmzIMAGES)

PALU, beritapalu | Seorang warga Palu yang ditetapkan positif terinfeksi COVID-19 dan dirawat di Rumah Sakit Labuan Baji Makkasar, Sulsel, menyampaikan klarifikasinya sehubungan dengan dicatatkannya dirinya sebagai PDP Sulteng.

Klarifikasi itu disampaikan salah seorang keluarga bersangkutan melalui aplikasi WhatsApp kepada Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulteng  yang juga juru bicara Pusdatina COVID-19 Sulteng, Moh Haris Kariming, Rabu (1/4/2020).

Menurut keluarga tersebut jelas Haris, yang bersangkutan sudah 10 tahun tinggal dan menetap di Makassar dan beralamat di BTP (Bumi Tamalanrea Permai).

Adapun alamat Palu di Jl. Seruni Raya No. 7 Perumnas Balaroa seperti tertera dalam identitas adalah alamat rumah orangtua yang bersangkutan di Palu.

“Menurut keluarganya, yang bersangkutan di Palu hanya dari SD sampai SMP, lalu meneruskan SMA di Soroako dan lanjut kuliah di Politeknik Unhas. Jadi selebihnya di Makassar sampai sekarang,” sebut Haris.

Saat ini lanjutnya, yang bersangkutan adalah ASN aktif di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulsel dan sudah mengabdi 10 tahun lamanya.

Kronologi dinyatakan positif yakni setelah yang bersangkutan dirujuk dari Rumah Sakit Awalbros Makasar pada 24 Maret 2020 dengan diagnosa awal COVID-19 yang hasil lab-nya keluar pada Senin (30/3/ 2020).

Haris menjelaskan, sehubungan dengan klarifikasi yang di sampaikan oleh pihak keluarga yang bersangkutan tersebut, maka Dinkes Sulteng melakukan koordinasi dan konfirmasi ke Dinkes Makassar dan lalu mengklarifikasi status pasien tersebut ke Gugus COCID-19 Nasional sebagai PDP Sulsel.

“Itu ditindak lanjuti oleh Gugus Covid Nasional dan melakukan menyesuaikan data PDP Sulteng yang riil sesuai data Pusdatina COVID-19 Sulteng, sehingga PDP positive yang di rawat di wilayah Sulteng berjumlah dua orang,” terang Haris kariming. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here