Tak Ada Lagi Panic Buying, Swalayan di Palu Beroperasi Normal kembali

Ilustrasi panic buying. (Foto: New Straits Times)

PALU, beritapalu | Panic Buying, atau panik yang disertai dengan memborong bahan makanan di swalayan atau toko-toko tidak terjadi lagi di Palu pascapengumuman seorang positif terinfeksi virus Corona.

Pantauan di sejumlah swalayan di Kota Palu, suasana terlihat “adem-ayem”, tak ada rebutan troli, juga tak ada antrean panjang di kasir atau pun di depan supermarket.

Kondisi ini tak lepas dari tindakan cepat tanggap dari aparat keamanan yang secepat mungkin melakukan pengamanan di sejumlah swalayan pascapengumuman tersebut.

Para pengunjung tampak normal seperti biasanya, meskipun beberapa di antaranya terlihat mendorong troli belanjaanya dengan barang-barang yang menumpuk.

“Kalau ini untuk kebutuhan bulanan saja, bukan ikut-ikutan panik,” kata Sulastri, salah seorang pengunjung di salah satu swalayan di Palu, Jumat (27/3/2020) menjelang sore.

Kondisi ini sangat kontras dengan suasana sehari sebelumnya, yakni pada Kamis (26/3/2020) sesaat setelah Gubernur Longki Djanggola mengumumkan bahwa salah seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Undata dinyatakan fositif terinfeksi virus Corona.

Pascapengumuman itu, sontak swalayan dan toko-toko dijubeli oleh warga yang ingin memborong bahan makanan.

“Kenapa harus panik, bukankah pemerintah juga sudah menjamin bahwa selama masa pandemic virus Corona ini kebutuhan warga akan dijamin ketersediaannya,” ujar Sulastri lagi. Justeru katanya lagi, kepanikan yang diperlihatkan akan semakin membuat suasana menjadi kacau balau.

Sementara itu, Kapolres Palu AKBP Moch Sholeh menegaskan akan menindaktegas para pelaku penimbunan yang menyebabkan barang-barang sulit diperoleh. Ia juga menegaskan akan menindak warga yang memborong barang secara berlebihan.

Kepolisian akan terus memantau setiap swalayan dan akan menjaga agar tidak terjadi pembelian barang-barang yang berlebihan.

“Mari kita jaga suasana di tengah pandemi virus Corona ini agar tetap kondusif, termasuk tidak berkumpul, membuat keramaian. Kalau tidak ada yang terlalu penting, sebaiknya di rumah saja,” imbau Kapolres Sholeh. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here