Tahun Ini Nyepi di Palu Tanpa Festival Ogoh-Ogoh

Sejumlah pemuda Hindu menggotong ogoh-ogoh pada Pawai Ogoh-Ogoh menjelang Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1939 di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (27/3/2017). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Umat Hindu di Palu yang akan merayakan hari raya Nyepi 25 Maret 2020 mendatang harus menerima kenyataan tidak diadakannya festival ogoh-ogoh dan sembahyang bersama di Pura seperti tahun-tahun sebelumnya.

Peniadaan festival dan persembahyangan bersama itu terkait dengan wabah corona virus yang kian masif penyebarannya. Surat Edaran tentang hal itu bahkan sudah dikeluarkan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Palu selaku badan yang mengurusi kepentingan umat Hindu.

Ketua PHDI Kota Palu Nyoman Dwinda mengatakan, kebijakan itu dikeluarkan merujuk pada imbauan presiden, PHDI Pusat dan juga Provinsi Sulteng.

“Pada prinsipnya kita patuh pada apa yang diedarkan oleh pemerintah guna meminimalisir penyebaran virus corona,” ujar Nyoman Dwinda, Rabu (18/3/2020).

Tak itu saja, ritual melasti yang biasanya dilakukan dua hari menjelang Nyepi, kali ini tidak dilakukan secara bersama-sama di pantai, melainkan hanya dilakukan di lingkungan Pura dengan jumlah umat yang tidak banyak.

“Daripada kita mengalami kerugian lebih banyak, ya mau tidak mau harus dimaklumi karena ada musibah seperti sekarang,” ujarnya.

Persembahyangan bersama di Pura juga akan ditiadakan hingga beberapa waktu ke depan. Jika-pun ada hari-hari besar tertentu persembahyangan di Pura hanya akan dihadiri oleh orang-orang yang terlibat dalam proses ritual upacara.

“Kita juga menghimbau untuk umat Hindu di Kota Palu sementara melakukan persembahyangan di rumah-masing-masing,” sebutnya.

Nyoman Dwinda juga mengharapkan untuk umat Hindu di Kota Palu khususnya untuk para pemuda, agar memaklumi keadaan karena kondisi negara sekarang yang sedang siaga akibat Virus Corona. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here