Virus Corona Turunkan Tingkat Okupansi Hotel di Sulteng

Salah satu hotel di Palu. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Virus Corona yang kini sudah menjadi pandemi kian merontokkan sendi-sendi ekonomi. Sektor perhotelan juga dipukulnya tak terkecuali di Sulawesi Tengah, walau belum satupun warga dinyatakan positif terinfeksi.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Tengah Fery Taula mengungkapkan, sejak pemerintah mengumumkan soal masuknya Virus Corona di Indonesia, tingkat okupansi hotel di Sulteng langsung anjlok hingga 40 persen.

“Tingkat okupansi per Maret 2020 di Kota Palu hanya 67,62 persen, Kota Luwuk 46,52 persen dan Kota Ampana 25 persen. Jika diakumulasi secara keseluruhan termasuk hotel-hotel besar, tingkat okupansinya menurun hinga 40 persen,” kata Fery Taula yang juga owner Hotel dan Restoran Kampoeng Nelayan, Rabu (18/3/2020).

Fery mengungkapkan, kamar di hotel berbintang secara keseluruhan yang tersedia di Palu sebanyak 470 kamar, dan non bintang sebanyak 315 kamar.

Meski begitu, Ia mengaku belum ada informasi tentang mengistirahatkan karyawan, PHK atau lainnya. Yang ada tambahnya adalah resign siswa atau mahasiswa praktik. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here