Bentuk Filmpreneur Muda, Viu Shorts Latih 30 Siswa SMA Palu

Dari kiri ke kanan: Senior Vice President Marekting Viu Myra Suraryo, Direktur Industri Film, Televisi, dan Animasi Deputi Ekonomi Digital dan produk Kreatif Bekraf, Asisten Bidang Sosial Budaya Pemkot Palu, Mentro Wrokshop film Viu Shorts Taufan, pada rilis Viu Shorts Musim Kedua di Kampung Nelayan Resto, Jumat (13/2/2020). (Foto: beritapalu.com)

PALU, beritapalu | Viu, sebuah layanan hiburan streaming terkemuka dengan lebih dari 41 juta pengguna aktif, melatih 30 anak muda usia SMA di Kota Palu untuk menjadi filmpreneur.

Pelatihan dalam bentuk workshop itu dilaksanakan sejak beberapa waktu lalu dan kini memasuki bagian akhir dengan materi pengambilan gambar atau shooting. Anak muda tersebut dibimbing secara khusus oleh para profesional film.

“Tekanannya adalah, mereka kelak tidak harus ke Jakarta atau ke kota besar untuk masa depannya, karena di daerahnya, di Palu ini begitu banyak cerita lokal yang bisa diangkat dalam sebuah film pendek,” kata Myra Suraryo, Senior Vice President Marketing Viu, Jumat (13/3/2020).

Tidak sampai disitu saja, kelak jika anak-anak muda bertalenta tersebut bisa memproduksi film pendek dengan content lokal yang kuat dan original, Viu menyatakan kesanggupannya untuk membantu distribusinya melalui jaringan yang dimilikinya.

Terkait workshop bagi 30 anak muda Palu ini, Myra menyebutkan, Viu Shorts ini adalah musim kedua setelah sebelumnya juga dilakukan di sejumlah kota di seluruh Indonesia. Pada musim kedua ini, setidaknya akan digelar di 20 kota selama periode tujuh bulan.

“Viu fokus pada pengembangan minat dan bakat dari talenta muda usia SMA dalam membuat karya film pendek berdasarkan atas kecintaan mereka pada mitos lokal,” kata Myra Suraryo. Ia melanjutkan, talenta muda ini harus diarahkan dan didukung untuk meraih kemajuan di masa depan.

Myra mengaku, pada musim pertama Viu Shorts sedikitnya 17 film pendek lokal berhasil didistribusikan secara global melalui platform Viu dan menjadi viral di media sosial. Film-film pendek itu juga ditayangkan secara internasional di ajang Marche dua Fil, Cannes Film Festival 2019.

“Di musim Viu Shorts pertama lalu, kami memberikan beasiswa kepada salah seorang peserta berbakat untuk melanjutkan pendidikan sinematografi selama empat tahun di Institut Kesenian Jakarta dan bekerja paruh waktu bersama tim Viu,” beber Myra.

Pada program pengembangan minat bakat film itu, Viu bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf). Berkraf sendiri menilai, ini adalah kesempatan emas bagi anak muda untuk mengangkat keragaman budaya ke pentas dunia.

“Dulu, tidak ada yang kenal Belitung, tapi setelah film Laskar Pelangi, rasanya semua orang tahu dimana itu Belitung. Multiplier effect seperti inilah yang kita harapkan,” ujar Syaifullah, Direktur Industri Film, Televisi, Animassi, Deputi Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Syaifullah mengapresiasi inisiatif dan kerja nyata Viu dalam membangun ekosistem dan mengembangkan industri kreatif jangka panjang hingga ke daerah-daerah termasuk Kota Palu. Ia berharap, ini akan mendorong munculnya lebih banyak talenta lokal dan konten lokal berkualitas internasional.

“Kami juga mendorong agar lebih banyak lagi pemerintah daerah yang memberi kesempatan lebih luas kepada anak-anak muda yang ingin menjadi filmpreneur sukses di masa depan melului program seperti Viu Shorts ini,” imbuh Syaifullah. (afd)

Taufan, salah seorang mentor teknik pada workshop tersebut mengungkapkan, sedikitnya ada tiga judul film yang terseleksi pada pelatihan tersebut, yakni Cintaku di Jembatan Kuning, Lalove, dan Namore. Ketiganya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here