Warga memadati bantaran sungai untuk menyaksikan upaya penyelamatan buaya terjerat ban bekas oleh tim satgas BKSDA Sulteng, Selasa (11/2/2020). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Tiga orang anggota tim Predator Fun Park asal Jawa Timur hanya bisa menyaksikan dari jauh para Tim Satgas bentukan BKSDA Sulteng berupaya menyelematkan buaya terjerat ban bekas di Sungai Palu.

Pasalnya, tim Predator Fun Park seperti dikutip dari Antara itu belum mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar bisa terlibat dalam proses penyelamatan itu.

“Kita masih menunggu izin dulu,” ujar Dwi, salah seorang anggota Predator Fun Park di sela-sela menyaksikan upaya penyelamatan buaya oleh Tim Satgas BKSDA dibantu dua warga Australia Matthew Nicolas Wright dan Chris Wilson, Rabu (12/2/2020).

Dwi mengatakan, hadirnya mereka di Palu merupakan bentuk kepeduliannya terhadap reptil yang sudah terjerat ban sejak empat tahun lalu itu.

Ia mengaku, setelah melihat di medsos dan media, mereka sudah merencanakan keberangkatan ke Palu. Namun terkendala oleh biaya. Namun atas bantuan Pemerintah Kota Batu, Jawa Timur, mereka akhirnya bisa sampai di Palu.

Dwi mengemukakan, mereka tidak tahu kalau untuk melakukan usaha penyelamatan seperti itu ternyata membutuhkan izin dari Kementerian LHK.

Diungkapkan, BKSDA  mengharuskannya ke Jakarta untuk presentasi cara menangkap buaya dan jika disetujui baru diberi izin.

Kepala BKSDA Sulteng Hasmuni Hasmar membenarkan hal itu. Menurutnya, relawan yang ingin membantu proses evakuasi buaya terjerat ban bekas itu harus meminta izin ke KLHK di Jakarta. Karena menurutnya itu sangat berisiko.

Hingga beberapa hari usaha penyelamatan, hingga kini belum membuahkan hasil. (afd/Antara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *